Kesehatan

rumah sakit samarinda rekomendasi rumah sakit di samarinda rs samarinda 

RS Primecare Samarinda Kembangkan Layanan Minimal Invasif dan Laboratorium Genomik



Kiri ke kanan: CEO Primecare Hospital, John Kwari. Direktur RS Primecare Samarinda, dr. Boy E.R. Wajong. Foto: Selasar/Boy
Kiri ke kanan: CEO Primecare Hospital, John Kwari. Direktur RS Primecare Samarinda, dr. Boy E.R. Wajong. Foto: Selasar/Boy

SELASAR.CO, Samarinda - Rumah Sakit Primecare Samarinda mengembangkan layanan kesehatan dengan fokus pada tindakan minimal invasif dan pemanfaatan teknologi medis. Pengembangan tersebut mencakup layanan urologi, bedah, hingga persiapan laboratorium genomik.

Direktur RS Primecare Samarinda, dr. Boy E.R. Wajong, mengatakan pengembangan layanan minimal invasif menjadi salah satu arah yang akan didorong rumah sakit ke depan. Salah satunya melalui penggunaan teknologi laser dalam penanganan batu ginjal dan pembesaran prostat.

"Keunggulan yang akan kami dorong ke depan adalah bidang minimal invasif, termasuk operasi dengan teknologi yang cukup tinggi," kata Boy saat konferensi pers Grand Opening RS Primecare Samarinda, Sabtu (8/8/2026).

Menurutnya, rumah sakit telah menggunakan teknologi Holmium Laser yang dapat digunakan dalam penanganan batu ginjal maupun tindakan pada prostat.

Selain itu, sejumlah peralatan penunjang medis juga tersedia, seperti C-Arm dan CT Scan 126 slice. Pengembangan layanan tersebut, kata Boy, diarahkan untuk mendukung proses diagnosis maupun tindakan medis.

RS Primecare Samarinda juga tengah menyiapkan laboratorium genomik yang ditargetkan mulai diperkenalkan dalam satu hingga dua bulan mendatang.

Boy menjelaskan, laboratorium tersebut akan menggunakan teknologi sequencer, yakni perangkat yang digunakan untuk membaca informasi genetik atau DNA.

"Ini bisa digunakan sebagai bagian dari diagnosis penyakit keturunan maupun melihat risiko terjadinya kanker. Jadi pemeriksaannya bisa lebih spesifik," ujarnya.

Ia menyebut pengembangan layanan genomik tersebut masih berada pada tahap awal. Dalam pengembangannya, RS Primecare Samarinda menggandeng Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman (FK Unmul).

Kerja sama tersebut diarahkan untuk mengembangkan pemeriksaan berbasis genomik sebagai salah satu layanan yang dapat menunjang diagnosis dan pemetaan risiko penyakit berdasarkan karakteristik genetik pasien.

Sementara itu, CEO Primecare Hospital, John Kwari, mengatakan pengembangan teknologi medis perlu berjalan beriringan dengan pola pelayanan yang berorientasi kepada pasien.

Menurutnya, penerapan teknologi tidak semata-mata ditujukan untuk menambah peralatan rumah sakit, tetapi juga mendukung proses pemulihan pasien.

"Yang lebih penting adalah bagaimana patient-centered care dan holistic care itu berjalan. Teknologi harus membantu dokter dan pasien agar proses perawatan dan pemulihan bisa lebih baik," kata John.

Ia mengatakan penerapan tindakan minimal invasif diharapkan dapat membantu mengurangi tindakan operasi yang lebih kompleks serta memperpendek masa pemulihan pasien dalam kondisi tertentu.

John juga menyebut rumah sakit tengah mengembangkan konsep pelayanan yang mengacu pada standar internasional dengan pendekatan yang melihat kebutuhan pasien secara menyeluruh.

"Caranya bagaimana kita melihat pasien secara 360 derajat. Itu penting, meskipun membangun pelayanan seperti itu tidak mudah," ujarnya.

RS Primecare Samarinda telah memperoleh Surat Izin Operasional (SIO) pada 13 Februari 2026. Rumah sakit tersebut berdiri di atas lahan sekitar 8.000 meter persegi dengan luas bangunan sekitar 11.000 meter persegi yang terdiri dari empat lantai.

Saat ini, rumah sakit memiliki 16 ruang poliklinik dan kapasitas 96 tempat tidur rawat inap. Kapasitas tersebut terdiri dari 23 tempat tidur standar, 22 deluxe, 25 VIP/Junior Suite, satu Suite, dan satu President Suite.

Fasilitas perawatan intensif yang tersedia meliputi High Care Unit (HCU), Intensive Care Unit (ICU) dewasa, Pediatric Intensive Care Unit (PICU), Neonatal Intensive Care Unit (NICU), ruang isolasi intensif, serta perinatologi.

Dari sisi sumber daya manusia, RS Primecare Samarinda saat ini didukung sekitar 130 karyawan. Sekitar 95 persen di antaranya disebut berasal dari Samarinda dan daerah sekitarnya. Rumah sakit tersebut juga memiliki sekitar 52 dokter spesialis dan dokter umum, termasuk 11 dokter tetap.

Layanan spesialis yang tersedia antara lain spine, bedah digestif dengan tindakan laparoskopi, urologi, dan ginekologi.

Selain Holmium Laser, fasilitas penunjang medis yang tersedia mencakup C-Arm, CT Scan 126 slice, laboratorium, dan bank darah.

Untuk pengembangan laboratorium genomik, pemeriksaan nantinya dapat diarahkan untuk mengidentifikasi mutasi atau karakteristik gen tertentu. Teknologi tersebut antara lain dapat digunakan dalam pemeriksaan gen BRCA yang berkaitan dengan risiko kanker payudara dan EGFR pada kanker paru.

Pemeriksaan berbasis farmakogenomik juga dapat dikembangkan untuk membantu menentukan respons pasien terhadap obat berdasarkan karakteristik genetiknya.

Selain diagnosis, pemeriksaan genomik dapat digunakan untuk mengidentifikasi risiko penyakit tertentu sehingga upaya pencegahan dan pemantauan dapat dilakukan lebih awal.

Di sisi pelayanan digital, RS Primecare Samarinda menerapkan electronic Medical Record (e-MR) yang terintegrasi dengan platform SATUSEHAT Kementerian Kesehatan. Sistem tersebut juga terhubung dengan Laboratory Information System (LIS) dan Picture Archiving and Communication System (PACS).

Integrasi tersebut digunakan untuk mendukung pengelolaan data pemeriksaan laboratorium dan radiologi, termasuk mempercepat proses pengolahan hasil pemeriksaan serta mendukung dokter dalam menegakkan diagnosis.

Ke depan, RS Primecare Samarinda menargetkan pengembangan konsep Smart Hospital dengan penerapan strategi minimal invasif dan pemanfaatan teknologi digital dalam pelayanan kesehatan.

Penulis: Boy
Editor: Yoghy Irfan

Berita Lainnya