Utama

pembangunan gorong-gorong pengendalian banjir pasundan samarinda banjir samarinda 

Atasi Banjir Pasundan, DPUPR Samarinda Bangun Crossing Drainase Gunung Cermai Senilai Rp19 Miliar



Jalan RE Martadinata yang akan dilalui  Crossing Drainase Gunung Cermai. (Selasar/yoghy)
Jalan RE Martadinata yang akan dilalui Crossing Drainase Gunung Cermai. (Selasar/yoghy)

SELASAR.CO, Samarinda – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Samarinda mulai mengerjakan proyek crossing drainase di Jalan Gunung Cermai menuju Sungai Mahakam. Proyek dengan anggaran sekitar Rp19 miliar ini digadang-gadang menjadi yang pertama di Samarinda yang dilengkapi pintu air sekaligus pompa dalam satu sistem drainase.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Samarinda, Darmadi, mengatakan saluran yang dibangun memiliki panjang total sekitar 197 meter. Pembangunan ini merupakan bagian dari upaya mengatasi banjir yang kerap melanda kawasan Pasundan.

"Prinsipnya sama dengan yang di Ruhui Rahayu, yang membedakan hanya di bagian lantainya," ujar Darmadi, membandingkan proyek ini dengan sistem pompa yang sudah lebih dulu ada di Samarinda.

Berfungsi Saat Debit Air Tinggi

Menurut Darmadi, pompa dan pintu air pada crossing drainase ini dirancang untuk bekerja saat kondisi ekstrem, yakni ketika hujan deras mengguyur wilayah Pasundan bersamaan dengan tingginya muka air Sungai Mahakam.

"Kalau hujan deras dan Pasundan banjir, sementara Mahakam juga sedang tinggi, pintunya kita tutup lalu kita pompa keluar," jelasnya.

Ia menyebut, selama ini persoalan utama di kawasan tersebut adalah ukuran outlet saluran yang terlalu kecil, yakni hanya selebar 5 meter dengan kedalaman sekitar 2,25 meter.

Pengalihan Arus Bertahap

Terkait teknis pengerjaan di lapangan, Darmadi menjelaskan proses pengalihan arus lalu lintas dilakukan secara bertahap. Pengerjaan sisi tepian Jalan RE Martadinata, tepatnya di depan Kantor Bank Tabungan Negara (BTN), didahulukan sebelum berpindah ke sisi sebelahnya.

Proses pembukaan median jalan sempat tertunda karena ditemukan jaringan kabel di lokasi, sehingga pekerjaan dilanjutkan pada malam hari. Pembukaan median juga sempat terkendala dua pohon yang berada di jalur galian.

DPUPR menargetkan pengerjaan pada kedua sisi jalan rampung pada 4 September mendatang. "Harapannya selesai, karena semua sudah siap digali, tinggal diturunkan (gorong-gorong), dibersihkan, lalu dicor. Setelah itu, 2–3 hari bisa langsung dibuka sisi sebelahnya," kata Darmadi.

Izin Lengkap, Imbau Masyarakat Bersabar

Darmadi memastikan seluruh perizinan proyek dari instansi terkait, mulai dari kepolisian lalu lintas hingga koordinasi dengan Telkom terkait jaringan kabel, telah rampung.
Ia meminta masyarakat memaklumi adanya pengalihan arus lalu lintas selama masa pengerjaan berlangsung.

"Kami harap masyarakat bisa memaklumi, karena ini semata-mata untuk mengatasi banjir di daerah Pasundan. Mudah-mudahan masyarakat bisa mencari jalur alternatif demi kenyamanan berkendara dan berlalu lintas," ujarnya.

Penulis: Redaksi Selasar
Editor: Yoghy Irfan

Berita Lainnya