Berau

BMKG Kalimarau  Pemkab Berau 

Jarak Pandang Anjlok Drastis, Kepala BMKG Kalimarau Bongkar Fakta Mengejutkan Ini!



SELASAR.CO, Berau - Wilayah Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, mendadak dikepung oleh kabut asap pekat. Berdasarkan pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebaran asap tebal ini bahkan telah hampir menutupi seluruh wilayah kabupaten dengan tingkat kepercayaan hotspot (titik panas) yang cukup tinggi.

Kepala Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas III Kalimarau Berau, Ade Heryadi, mengungkapkan bahwa sebaran asap pekat ini terpantau meluas, terutama ditandai dengan garis warna merah muda putus-putus pada peta satelit.

"Sebaran hotspot dengan kategori kepercayaan tinggi terpantau berada di Kabupaten Kutai Kartanegara serta wilayah Paser. Namun untuk wilayah Berau sendiri, berdasarkan data per tanggal 5 kemarin, tercatat ada 19 titik hotspot," ujar Kepala Stamet Kalimarau Berau, Ade Heryadi Selasa (6/10/2026)

Menanggapi kekhawatiran warga terkait asal-usul kabut pekat tersebut, Ade Heryadi memastikan bahwa angin pada umumnya bergerak dari arah selatan dan barat daya.

Hal ini mengindikasikan bahwa partikel asap yang masuk ke wilayah Berau merupakan kiriman dari daerah sekitar, termasuk bagian tenggara Kabupaten Berau hingga kecamatan di selatan.

"Data hotspot secara berkala terus kami update dan disebarluaskan melalui grup WhatsApp tanggap bencana maupun info cuaca Berau agar bisa diakses langsung oleh BPBD dan instansi terkait," tambah Ade Heryadi.

Dampak dari pekatnya kabut asap ini langsung dirasakan pada sektor transportasi udara. Berdasarkan catatan Stamet Kalimarau, jarak pandang di Bandara Kalimarau mengalami penurunan drastis secara signifikan:

• Pukul 08.00 WITA: Jarak pandang tercatat sejauh 4.500 meter.

• Pukul 12.00 WITA hingga sore: Jarak pandang anjlok tajam hingga tersisa 1.700 meter.

Melihat kondisi ini, pihak BMKG mengimbau masyarakat Kabupaten Berau agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya bagi yang beraktivitas di luar ruangan.

Warga disarankan untuk senantiasa mengenakan masker pelindung pernapasan dan menghindari aktivitas pembakaran lahan.

"Prediksi kami untuk 3 hari ke depan, arah angin masih didominasi dari selatan dan barat daya. Kondisi baru akan berangsur normal apabila arah angin bergeser dari timur laut atau timur, serta didukung turunnya hujan lebat," pungkas Ade Heryadi. (ADV/SLR/Berau)

Penulis: Georgie Sihaloho
Editor: Awan

Berita Lainnya