Utama

Zona Hijau Pertama Kaltim Zona Hijau Covid-19 Kasus Covid-19 di kaltim Covid-19 Kaltim 

Zona Hijau Pertama Kaltim Setelah 6 Bulan, Dampak Mudik Diprediksi 2 Bulan



ILUSTRASI tenaga kesehatan. Foto: Antara/Mulyana
ILUSTRASI tenaga kesehatan. Foto: Antara/Mulyana

SELASAR.CO, Samarinda - Kaltim pada hari ini, Kamis (20/5/2021) kembali memiliki zona hijau. Dari laporan harian satgas Covid-19 Kaltim, Kabupaten Mahulu menjadi daerah pertama di Kaltim yang tidak memiliki kasus positif Covid-19 atau nol kasus aktif. Hal ini menjadi yang pertama di Kaltim setelah zona hijau terakhir yang dimiliki Kaltim setelah 6 bulan atau pada 27 November 2020 lalu.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kaltim, Andi M Ishak, menyebutkan bahwa hal ini merupakan perkembangan yang baik. Namun, tetap harus diantisipasi, karena pergerakan orang yang masih cukup tinggi.

“Apalagi memasuki masa waktu arus balik mudik seperti ini. Jika hal seperti ini tidak diantisipasi dengan baik, maka tidak menutup kemungkinan nanti ada lagi orang tanpa gejala (OTG) yang bisa melakukan penularan di wilayah tersebut. Atau bisa juga misalnya ada orang Mahulu yang berada di luar daerah, dan misalnya tertular di Samarinda maka akan tetap tercatat sebagai pasien Mahulu,” jelas Andi.

Pihaknya saat ini kita juga masih mengantisipasi adanya dampak dari penutupan laboratorium PCR selama perayaan Idulfitri kemarin. Dengan adanya penghentian sementara operasional ini, kecenderungan laporan kasus-kasus menjadi rendah. Selain itu laporan hasil tes yang belum realtime, maka menurutnya dampak arus balik tidak cukup jika dilihat dalam 2 minggu saja.

“Hari ini kan penambahan kasus sudah mulai di angka ratusan lagi, karena laboratorium sudah mulai normal berjalan. Cuma kita belum melihat adanya kenaikan signifikan akibat arus balik. Karena dampak itu kami prediksi baru bisa terlihat sampai dua bulan ke depan, sehingga kita harus waspada betul selama periode itu. Kalau dalam dua bulan ke depan tidak terjadi lonjakan signifikan, berarti kita tidak terlalu terpengaruh dengan adanya arus mudik,” tuturnya.

Pemerintah saat ini telah melakukan upaya dalam mencegah penularan kasus yang bersumber dari arus balik pemudik. Salah satunya dengan melakukan tes antigen acak terhadap pemudik yang kembali ke Kaltim. 

“Itu akan sangat membantu dalam menekan penularan, bahkan kalau kita memiliki kemampuan semua yang datang harus dipastikan negatif setibanya di Kaltim. Meskipun mereka sudah membawa surat hasil negatif Covid-19, kita tidak tahu apa yang terjadi selama perjalan dan bisa saja kontak dengan orang lain,” tambahnya.

Pelaksanaan PPKM Mikro pun ia sebut penting dalam upaya mempertahankan capaian yang ada saat ini. Karena dalam Instruksi Gubernur yang mengacu pada Instruksi Mendagri, ada poin yang berisi soal penyediaan rumah aman, hingga isolasi mandiri bagi pelaku perjalanan.

“Kalau kita baca di situ kan ada prosedurnya. Di situ dikatakan memang untuk di tingkat RT juga harus disiapkan rumah aman. Ini digunakan apabila rumah yang didatangi sanak keluarga dari luar daerah tidak memiliki kamar terpisah untuk isolasi mandiri. Paling tidak mereka harus isolasi mandiri dahulu selama 5 hari,” pungkasnya.

Penulis: Yoghy Irfan
Editor: Awan

Berita Lainnya