Kutai Kartanegara

Danau Siran Objek Wisata objek wisata di kukar Danau Siran Muara Kaman Wisata di Muara Kaman Raja Ampat 

Mitos di Balik Keindahan Danau Siran Muara Kaman yang Mirip Raja Ampat



Danau Siran Muara Kaman.
Danau Siran Muara Kaman.

SELASAR.CO, Tenggarong - Muara Siran merupakan sebuah desa yang terletak di Kecamatan Muara Kaman, Kutai Kartanegara. Siapa sangka, desa ini menyimpan potensi wisata alam yang menawarkan keindahan alam luar biasa. Bahkan, disebut mirip dengan objek wisata alam Pulau Raja Ampat di Papua. Objek wisata ini adalah Danau Siran.

Tempat wiasa tersebut hanya bisa dijangkau menggunakan transportasi air. Karena transportasi darat hanya sampai di Desa Tebalai, Kecamatan Muara Kaman. Kemudian, dilanjutkan dengan tranportasi air. Dari Desa Tebalai menuju Desa Muara siran, jarak tempuhnya sekitar 16 kilometer, dengan waktu tempuh 30 menit.

"Itu pun transportasi air dengan kendaraan tercepat, yaitu longboat," ujar Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Muara Siran, Rodi Hartono.

Luas danau tersebut sekitar 9.000 hektare. Danau itu dikelilingi kawasan hutan gambut. Di dalam kawasan danau itu juga ditumbuhi puluhan tanaman berjenis pandan yang tumbuh membentuk seperti sebuah pulau. Hal itulah yang menyebabkan tempat wisata ini disebut mempunyai kemiripan dengan Pulau Raja Ampat di Papua.

"Itu kalau dari atas kelihatan seperti pulau, mirip di Raja Ampat. Cuma itu berbeda, karena itu adalah tumbuhan yang berjenis pandan, tapi dia agak besar dan tumbuhnya hanya di Danau Siran saja, bukan tumbuh di daerah hutan gambut itu sendiri. Tempatnya itu di resau malang namanya," terang Rodi.

Resau malang merupakan sebutan dari warga desa Muara Siran, karena puluhan tumbuhan berjenis pandan itu tumbuhnya membentang malang di area wisata danau tersebut. Sehingga, disebut dengan resau malang.

"Jadi dia tumbuhnya membentang mulai sisi danau hingga keseberangnya, itulah disebut dengan resau malang," jelasnya.

Hal yang lebih unik lagi ketika musim kemarau tiba. Saat itu kelihatan lebih bagus, karena terlihat seperti aliran sungai yang dibuat oleh binatang yang sangat besar. Namun, Rodi belum bisa memastikan itu binatang apa. Hanya saja, menurut mitos yang beredar, bahwa ada binatang besar yang membuat alur sungai dan danau itu sendiri.

"Contohnya dari aliran itu, rata-rata pohon kayu tumbang membentuk seperti bekas dadanya binatang besar. Kita enggak tau juga binatang apa, yang pasti seperti itu. Kayu-kayunya pun rata-rata yang kanan rebah ke kanan dan yang kiri rebah ke kiri, itu kelihatan bagus sekali," ungkap Rodi.

Keindahan itulah yang menarik para wisatawan yang berkunjung ke Danau Muara Siran. Bahkan, beberapa tahun lalu, objek wisata ini pernah dijumpai wisatawan dari negara Thailand dan Jerman. Namun, pada saat itu tempat ini belum menjadi objek wisata.

"Artinya, sebelum ada rakit di situ mereka sudah tertarik, apa lagi sampai ada yang namanya pohon resau itu sendiri," kata Rodi.

Sementara ini wisata Danau Siran belum bisa dibuka untuk umum, karena kondisi masih pandemi Covid-19. Hanya, bisa menerima kunjungan tamu dari pemerintahan saja. Ia juga menyebutkan, bahwa wisata ini juga belum diresmikan oleh Pemerintah.

"Kemungkinan paling lambat bulan Maret tahun 2022 akan diresmikan. Kita juga masih menunggu kabar Covid-19 ini berakhir," tutur Rido.

Meskipun belum diresmikan, tapi fasilitas di wisata Danau Siran ini sudah disiapkan. Di antaranya, rumah rakit untuk bersantai sambil melihat pemandangan sunrise dan sunset. Selain itu ada 10 unit perahu kano yang bisa digunakan para wisatawan yang ingin menikmati suasana di tengah danau.

"Tapi kita melarang untuk terjun bebas, karena masih ada kayu-kayu ranting pohon di sana yang membahayakan. Kalau berenang biasa enggak masalah," katanya. 

Dengan dibukanya wisata ini juga memberikan dampak yang positif bagi masyarakat. Terutama, masyarakat bisa berjualan di sana dengan menjajakan olahan makanan khas dari desa itu sendiri.

"Semuanya itu tak terasa meningkatkan ekonomi masyarakat," tutup Rido.

Penulis: Juliansyah
Editor: Awan

Berita Lainnya