Kutai Timur

Banjir di Sangatta Banjir Sangatta Banjir di Kutim Penyebab Banjir di Kutim 

Pembenahan Jalan dan Drainase Jadi Prioritas Pasca Banjir Sangatta



Wakil Bupati Kutim, Kasmidi Bulang.
Wakil Bupati Kutim, Kasmidi Bulang.

SELASAR.CO, Sangatta - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus berupaya meningkatkan pembangunan infrastruktur di seluruh wilayahnya. Terutama di 18 Kecamatan, sebagai sarana untuk meningkatkan pelayanan dasar, dan semakin mempermudah akses yang sudah ada. Sehingga mampu meningkatkan aktivitas ekonomi.

Wakil Bupati Kutim H Kasmidi Bulang mengakui jika saat ini proses pembangunan infrastruktur di Kutim. Serta ada yang sudah berjalan dan ada juga yang masih dalam proses pelelangan. Semuanya tetap berada di dalam pantuan Bupati dan Wakil Bupati Kutim.

"Kami memang sedang melakukan penataan infrastruktur. Ada yang sudah jalan, ada progres pembangunan, ada yang sedang dalam proses lelang di OPD,” kata Kasmidi Bulang, beberapa waktu yang lalu.

Pasca banjir, Kasmidi mengatakan paling jadi perhatian adalah masalah infrastruktur, termasuk infrastruktur pendidikan yang sempat terkena banjir. Ini akan jadi prioritas untuk ditata, agar saat ada banjir lagi, sekolah tersebut tidak kena banjir lagi. 

“Jadi kami harus menata sekolah yang sempat kebanjiran, agar saat ada banjir, tidak akan kebanjiran lagi. Ini sedang kami inventarisasi, untuk dibenahi tahun 2023,” katanya.

Tapi, bukan hanya sekolah, namun infrastruktur lain, termasuk drainase, jalan dan sebagainya yang terkena imbas dari banjir Maret lalu, sedang dalam perhitungan OPD terkait. “kami sudah bertemu pula dengan forum RT, khususnya dari Singa Gewe, yang paling parah kena banjir. Dari pertemuan kami dengan forum RT, maka yang akan diprioritaskan adalah pembenahan drainase. Kami sepakat itu. hanya saja, saya tekankan, agar RT juga mensosialisasikan pada warganya, terutama yang membangun diatas drainase, untuk segera membersihkan itu. karena nantinya pasti akan dibersihkan saat dikerjakan. Karena selain mengganggu, pasti secara estetika, kalau ada bangunan di atas drainase, atau parit itu tidak akan bagus, karena itu harus dibersihkan,” katanya.

Untuk mewujudkan penataan pasca banjir, diakui tim teknis dari OPD sedang menghitung berapa kebutuhan anggaran, yang akan dialokasi tahun 2023 baik di APBD murni maupun pada APBD perubahan. Karena tidak mungkin dilakukan sekaligus.   

“Selain OPD melakukan inventarisasi, RT juga lakukan, inventarisasi sebagai referensi penguatan perencanaan OPD, terkait apa yang akan dibenahi, mulai drainase maupun jalan,” katanya.

Penulis: Bonar
Editor: Awan

Berita Lainnya