Kutai Timur

Kelangkaan BBM Nataru 2022 Natan 2022 BBM Langka DPRD Kutim 

Bahas Kelangkaan BBM Jelang Nataru, DPRD Kutim Panggil Pertamina



SELASAR.CO, Sangatta – Guna mengantisipasi terjadinya kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) menjelang Natal dan Tahun Baru (nataru), Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) pada Rabu (14/12/2022) menggelar Rapat Koordinasi bersama Dinas Perindustrian dan Perdanganan (Disperindag), Polres Kutim, dan perwakilan PT Pertamina Patra Niaga.

Rapat koordinasi ini dipimpin langsung oleh Ketua Komisi B DPRD Kutim Faizal Rachman dan Siang Geah selaku anggota Komisi B sekaligus ketua Fraksi PDI Perjuangan.

Ditemui usai menggelar Rapat Koordinasi, Ketua Komisi B DPRD Kutim Faizal Rachman mengakui jika dalam rapat koordinasi tersebut, pihaknya langsung menanyakan terkait bagimana proses pengawasan BBM ini agar bisa dilakukan secara bersama-sama. Terutama dalam hal bisa mengetahui berapa jumlah atau kuota BBM diseluruh SPBU yang ada di kabupaten Kutai Timur selama satu tahun.

“Dan Tadi data itu sudah kami dapatkan dan nanti akan kita kroscek kelapangan,” Kata Faizal Rachman yang juga merupakan Anggota Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Kutai Timur kepada media ini 

Tak hanya itu, menurut Faizal pihaknya juga menanyakan bagimana pihak PT Pertamina juga bisa memastikan bahwa BBM yang disuplai itu betul-betul sampai di SPBU dan di Bongkar. “Jadi tidak kencing dijalanlah istilahnya, disampaikan tadi terkait dengan system, bahwa ada audit yang akan dilakukan setiap tahun dan dasarnya adalah meteran di alat SPBU dan itu akan di Kroscek antara pengiriman dan di Penjualan. Tadi disampaikan jika ada selisi maka selisihnya itu, pengusaha akan membayar dengan harga industry dan itu akan menyebabkan pengusaha kena sangsi,” terangnya

Karena itu, pihaknya meminta kepada PT Pertamina agar hal itu bisa dikomunikasikan agar bisa dilakukan pemantauan secara bersama-sama. “kan kadang-kadang juga kita dapat ada SPBU yang satu hari tutup. Jadi kemana BBMnya kan gitu. Terkait SPBU yang ada di Bengalon yang AKR itu, itu juga sama. Kan tutup terus itu kan kabanyakan. Tapi padi pertamina sudah sebut jika itu sudah beda entitas, dan mereka tidak punya akses kesitu dan kita diminta konfirmasi ke AKR,” Tutupnya

Sementara untuk Kuota BBM untuk solar di Kabupaten Kutai Timur, untuk solar itu, 28.000 Kilo Liter (KL) yang terbagi di 18 SPBU yang ada di Kutim. Sementara untuk petralitenya sebanyak 58.000 Kilo Liter

“Tadi juga kami sampaikan keadaan di Kutim inikan selalu kekurangan. Ada tidak Langkah-langkah yang diperlukan agar bisa melakukan penambahan kuota itu. Atau paling tidak satu kecamatan itu ada satu SPBU. Supaya itu tadi banyak pengetap-pengetap yang dilakukan di Sangatta itu, mereka jual ke Kecamatan yang tidak ada SPBU-nya,” Tuturnya

Karena itu, keberadaan SPBU yang belum berjalan seperti di Kecamatan Kaubun, bisa lebih dimaksimalkan agar setiap kecamatan di Kutim paling tidak bisa memiliki 1 SPBU yang bisa menyalurkan BBM bersubsidi.

“Itu tadi disampaikan sudah dilakukan pengajuan, pengajuannya tadi dari sekitar 58.000 Kilo Liter petralite diajukan penambahannya di angka 68.000 Kilo Liter, sedangkan solar dari 28.000 Kilo Liter diajukan menjadi sekitar 30.000 Kilo Liter sampai 40.000 Kilo Liter

Sementara itu, Sales Branch Manager 3 Kaltimut at PT Pertamina (Persero) Roby Kurniawan mengatakan untuk pengajuan kuota BBM Bersubsidi untuk tahun 2023 mendatang kita sudah melakukan kordinasi bahkan sudah melakukan perhitungan dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dalam hal ini diwakili oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag).

“Kita hanya tinggal menunggu hasil pembahasan di Pemerintah Pusat, karena sebagai operator Pertamina wajib menyalurkan sesuai kuota di berikan.” Tutupnya

Penulis: Bonar
Editor: Awan

Berita Lainnya