Kutai Timur

DLH Kutim Air Tambang Limbah Tambang Lumpur Tambang PT Indexim Coalindo 

Air Tambang Diduga Mengalir Ke Pemukiman Warga, DLH Kutim Langsung Cek Lokasi



SELASAR.CO, Sangatta – Tinggi curah hujan di Kecamatan Kaliorang pada Hari Rabu (7/6/2023), membuat pemukiman warga tepatnya di Kilometer 6 sampai 7 Desa Selangkau diduga sempat mengalami banjir, karena mendapatkan limpasan air keruh yang diduga bercampur lumpur, berasal dari wilayah Pertambangan.

Seperti yang sempat didokumentasikan warga Desa Selangkau, yang tersebar di media sosial  Whatsapp. Dalam Vidio berdurasi 18 Detik itu, menunjukan adanya limpasan air keruh bercampur lumpur mengalir deras ke pemukiman Warga.

Bahkan didalam video itu, salah satu kendaraan R4 yang ingin melintas dijalan itu, tidak melintas lantaran air yang mengalir begitu deras. “Tidak bisa lewat ki, apa sudah kalau kayak gini,” Kata seorang warga dalam video yang berdurasi 18 Detik tersebut.

DLH Kutim Langsung Terjun Ke Lokasi

Mendapatkan adanya informasi dugaan pencemaran berasal dari aktifitas pertambangan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kutai Timur pada Kamis (8/6/2023) langsung menerjunkan timnya untuk mengecek lokasi. “Tim kita sudah melakukan pengecekan dilapangan terkait adanya video yang beredar itu,” Kata Sekretaris DLH Andi Palesangi saat ditemui di Sekretariat DPRD Kutim

Sementara itu, dihubungi melalui pesan Whatsapp, Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup Daerah (PPLHD) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Dewi mengaku jika pihaknya sedang berada dilapangan. “ditunggu ya pak, masih dilapangan,” Jawab Dewi Kepada media ini.

Selanjutnya PPLHD DLH Kutim Dewi kembali menginformasikan bahwa terkait kasus pencemaran yang terjadi diwilayah Kutim pihaknya selalu responsip dan bertindak cepat. Bahkan saat ditanya apakah sumber air itu berasal dari wilayah pertambangan PT Indexim, Dewi menjawab “Masih kami identifikasi yah pak. Potensinya ya,” Tulisnya kepada media ini.

Selanjutnya media ini kembali menanyakan apakah pada saat dilapangan pihaknya sempat melakukan pengambilan sampling, Dewi mengaku sudah tidak bisa melakukan pengambilan sampling. “Sudah nga bisa sampling, karena sudah tidak ada genangan dan kondisi air di saluran juga sudah bening. Ditunggu saja pak nanti disampaikan,” Ucapnya

Ini Kata PT Indexim Coalindo Atas Beredarnya Vidio Dugaan Pencemaran

Sementara itu, manajemen PT Indexim Coalindo Ditto Santoso saat dikonfirmasi terkait beredarnya video yang berdurasi 18 detik itu, mengatakan perihal aliran air deras yang ada dalam video klip sebagaimana dikirimkan melalui WA message tersebut, tim kami telah menerima informasi dan melakukan observasi di lapangan tanggal 7 Juni kemarin. Kondisi tersebut sangat mungkin terjadi saat hujan deras pada pagi hari, Rabu 7 Juni 2023, di lokasi yang ditampilkan di video.

“Pada awal 2023 di lokasi yang sama, PT Indexim Coalindo telah melakukan perbaikan tanggul, saluran air, dan jembatan. Karena curah hujan begitu besarnya pada pagi 7 Juni 2023, maka volume air menjadi besar. Namun syukur alhamdulilah kondisi tersebut tidak berjalan lama dan air mengalir di saluran air yang telah diperbaiki pada awal tahun 2023. Tim kami juga telah hadir dan berkomunikasi dengan warga masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi tersebut,” Tulisnya kepada media ini

Lebih lanjut Ditto Santoso mengaku jika PT Indexim Coalindo selalu terbuka untuk berkomunikasi dan mendengarkan suara masyarakat atau pemangku kepentingan lainnya, serta seoptimal mungkin ikut membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh masyarakat.

“Seperti pada saat bencana angin puting beliung yang melanda Desa yang sama beberapa waktu lalu, perusahaan segera bergerak merespon berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Selangkau (17 Mei 2023). Dalam kondisi hujan besar pada hari ini, tim PT Indexim Coalindo juga berkeliling melakukan observasi untuk memeriksa dan merespon kejadian di lapangan,” Tuturnya kepada media ini

Penulis: Bonar
Editor: Awan

Berita Lainnya