Kutai Timur

Kominfo Kutim 

Data Tidak Akurat, Bupati Gandeng Masyarakat Intervensi Anak Tidak Sekolah



SELASAR.CO, Sangatta - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) berhasil membuahkan hasil signifikan dalam menuntaskan isu Anak Tidak Sekolah (ATS). Data ATS yang sempat mencuat tinggi, kini telah berhasil divalidasi dan diturunkan secara drastis, berkat kerja keras verifikasi dan validasi masif yang dilakukan oleh Pemkab dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud).

Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, mengungkapkan data terbaru per Oktober 2025 menunjukkan penurunan angka ATS menjadi sekitar 9.000 anak, dari data awal yang sempat menyentuh angka 13.000.

Ditemui usai membuka pelaksanaan Manasik Haji bagi TK se Sangatta Utara dan Sangatta Selatan, Bupati Ardiansyah menyebut penurunan tersebut memperkuat dugaan Pemkab bahwa banyak data awal yang tidak akurat.

"Banyak data yang belum diperbarui dalam sistem, seperti anak yang sudah pindah domisili, melanjutkan pendidikan ke luar daerah, atau bahkan sudah masuk perguruan tinggi, namun masih terdaftar sebagai ATS," jelasnya.

Menyikapi masalah ini, Bupati menegaskan bahwa Kutim seharusnya tidak memiliki ATS, terutama mengingat anggaran pendidikan yang memadai sejak 2019. Oleh karena itu, penurunan angka ini menjadi pemantik semangat untuk mencapai target ambisius, Nol ATS.

Dalam rangka mencapai target tersebut, Bupati meluncurkan permintaan tegas yang melibatkan peran aktif masyarakat.

"Kami mohon bantuan masyarakat. Jika menemukan tetangga atau kenalan usia sekolah yang tidak bersekolah, mohon segera laporkan ke Dinas Pendidikan apa masalahnya," pintanya.

Pelaporan ini penting agar pemerintah dapat melakukan intervensi cepat, baik melalui pendidikan formal maupun program kesetaraan (PKBM), demi mewujudkan visi pembangunan SDM yang utuh.

Penulis: Bonar
Editor: Awan

Berita Lainnya