Kutai Timur
Kominfo Kutim 
HMI Kutim dan Pemerintah Perkuat Kaderisasi Guna Bentuk Karakter Mahasiswa
SELASAR.CO, Sangatta - Sinergi antara organisasi kemahasiswaan dan pemerintah daerah kembali terjalin kuat di Kutai Timur. Dimana Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) bekerja sama dengan Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kutim sukses menggelar seminar bertema "Mahasiswa Islam Intelek dan Aktif" pada Jumat (28/11/2025) di Hotel Victoria, Sangatta Utara.
Acara yang dihadiri ratusan peserta ini untuk memperkuat kaderisasi dan membentuk karakter mahasiswa Islam yang tidak hanya cerdas, tetapi juga mampu berperan aktif dalam pembangunan daerah menuju Indonesia Emas 2045.
Kepala Dispora Kutim, Basuki Isnawan dalam sambutannya menegaskan komitmennya untuk merangkul semua organisasi kepemudaan (OKP) di Kutim.
"Semua organisasi kepemudaan adalah adik-adik semua, dan akan saya rangkul," ujar Basuki.
Berita Terkait
Ia menyatakan bahwa Kutim kini telah menjadi role model bagi pemuda di Kalimantan Timur. "KNPI, HMI, dan semuanya adalah laboratorium kader untuk mencetak pemimpin yang hebat. Saya lahir dari organisasi, dan adik-adik harus bisa memanfaatkan organisasi dengan baik. Ke depannya, kita akan bersama bergandeng tangan, menciptakan harmonisasi," tegas Basuki Isnawan.
Basuki juga berharap KNPI dapat membina semua OKP dengan kegiatan positif untuk mendukung program pembangunan pemerintah, mengingat Kutim telah meraih panji-panji kepemudaan pada tahun 2025 dan dinyatakan layak sebagai Kabupaten Layak Pemuda sejak 2018.
Sementara itu, Ketua Umum HMI Kutim, Siwandi, menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Kutim dan Kadispora atas bantuan aktif yang mendukung agenda organisasi. Ia menyoroti upaya HMI untuk mandiri dan terus memperkuat kaderisasi.
"Kami terus memperkuat kaderisasi dari komisariat sampai cabang, termasuk Bontang. Kami berupaya terus menjaga kaderisasi dan bagaimana HMI tidak selalu bergantung kepada seniornya, kami bisa mandiri," jelas Siwandi.
Ia juga mengungkapkan bahwa HMI memiliki senior yang tersebar di segala sektor instansi, dan ia berharap seminar ini dapat menghasilkan masukan konstruktif bagi pemerintah Kutai Timur.
Seminar ini menjadi semakin menarik dengan hadirnya dua narasumber yang fokus membahas peran strategis mahasiswa. Mulai dari Abdul Kadir Jaelani, yang membawakan materi vital mengenai peta jalan mahasiswa Islam yang intelek, aktif, dan kritis menuju Indonesia Emas 2045.
Serta Mustafa Gafar, yang mengulas filosofi gerakan kemahasiswaan, menekankan pentingnya peran aktif mahasiswa dalam perubahan sosial.
Penulis: Bonar
Editor: Awan

