Warta
pemprov kaltim Gerakan Selamatkan pangan Program MBG  Program Presiden Prabowo Makan Bergizi Gratis 
Pemprov Kaltim Sosialisasikan Gerakan Selamatkan Pangan pada Program MBG 2025
SELASAR.CO, Samarinda - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menggelar kegiatan Koordinasi, Sosialisasi, dan Edukasi Gerakan Selamatkan Pangan (GSP) sekaligus penyerahan buku cerita edukasi “Boni dan Makanan” dalam rangka pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Tahun 2025. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula UPTD BPSDMP Provinsi Kaltim, Samarinda, Senin (1/12/2025).
Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang diikuti seluruh peserta dan tamu undangan, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa.
Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kaltim, Amaylia Dina, melaporkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program Penanganan Kerawanan Pangan Tahun 2025 di Kalimantan Timur. Gerakan Selamatkan Pangan bertujuan mendorong masyarakat agar lebih bijak dalam mengonsumsi, menyimpan, dan mengolah makanan, serta menerapkan pola pangan B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman) dan membiasakan menghabiskan makanan.
“Sosialisasi kali ini juga dirangkaikan dengan penyerahan buku cerita edukasi “Boni dan Makanan” kepada penerima manfaat Program MBG di tingkat sekolah dasar yang telah berjalan di 10 kabupaten/kota di Kalimantan Timur,” jelas Dina
Berita Terkait

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 150 peserta dari berbagai instansi, antara lain Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kaltim dan Kota Samarinda, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kaltim dan Kota Samarinda, TP-PKK Provinsi dan Kota Samarinda, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Samarinda, serta perwakilan perpustakaan universitas di Samarinda.
Sementara itu, Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kaltim, Siti Farisyah Yana, dalam sambutannya menyampaikan bahwa sosialisasi Stop Boros Pangan merupakan langkah kecil yang berdampak besar dalam upaya penyelamatan pangan. Ia menyebutkan, salah satu jenis pangan yang paling banyak terbuang dalam Program MBG adalah nasi.
“Jika satu sendok nasi tidak dimakan dalam satu kali makan, lalu dikalikan jumlah penduduk, maka setara dengan sekitar 14 ton beras terbuang setiap hari,” ujarnya.
Ia menegaskan, keberhasilan penanganan limbah pangan memerlukan strategi, inovasi, serta komitmen bersama melalui kolaborasi lintas sektor dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, baik dari unsur akademisi, dunia usaha, komunitas, pemerintah, maupun media.
Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat akan pentingnya Gerakan Selamatkan Pangan untuk meminimalkan sisa makanan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, melalui pendekatan edukasi yang sesuai dengan kelompok usia masing-masing.
Usai sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian buku cerita edukasi “Boni dan Makanan” yang disertai penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) oleh kepala sekolah atau perwakilan sekolah dasar, sekolah Islam, dan sekolah Katolik di wilayah Samarinda.
Selanjutnya, kegiatan sosialisasi, edukasi, dan penyerahan buku cerita tersebut juga akan dilaksanakan di sembilan kabupaten/kota lainnya di Kalimantan Timur, dengan sasaran sekolah dasar penerima Program MBG. Setiap sekolah akan menerima enam buku edukasi sebagai upaya menanamkan kesadaran untuk mencegah pemborosan pangan sejak dini.
Penulis: ErGar
Editor: Awan

