Utama

jembatan mahakam perbaikan fender jembahan mahakam 

Perbaikan Fender Jembatan Mahakam I Dimulai, Biaya Ditanggung Penabrak



Aktivitas perbaikan terpantau di bawah Jembatan Mahakam I. (foto: selasar.co)
Aktivitas perbaikan terpantau di bawah Jembatan Mahakam I. (foto: selasar.co)

SELASAR.CO, Samarinda - Proses perbaikan dan pemasangan fender di Jembatan Mahakam I Samarinda mulai dilakukan pada Senin (26/1/2026). Perbaikan ini menyusul insiden kapal tongkang bermuatan batu bara yang menabrak jembatan tersebut pada Sabtu (26/4/2025) lalu.

Kepala Bagian Tata Usaha dan Humas Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur, Arif Setiawan, mengatakan seluruh biaya perbaikan menjadi tanggung jawab perusahaan pemilik kapal yang terlibat dalam insiden tersebut.

“Ini merupakan tanggung jawab pihak yang menabrak. Perusahaan penabrak menunjuk pihak pelaksana untuk melakukan perbaikan, sementara kami dari BBPJN melakukan pengawasan,” ujar Arif saat dihubungi Selasar.co via telpon.

Menurutnya, pekerjaan yang dilakukan saat ini masih dalam tahap proses perbaikan terhadap fender yang terdampak tabrakan. Fender yang diperbaiki merupakan bagian yang mengalami kerusakan akibat insiden terakhir yang melibatkan tongkang bermuatan batu bara.

“Yang diperbaiki adalah fender yang kemarin ditabrak. Prosesnya tidak bisa selesai dalam satu hari karena ada tahapan pekerjaan yang harus dilalui,” jelasnya.

Arif menambahkan, pemasangan struktur lanjutan seperti tiang pancang akan dilakukan pada tahap berikutnya. Pada proses tersebut, BBPJN berencana melibatkan sejumlah pihak terkait, termasuk perwakilan DPRD, untuk memastikan transparansi dan pengawasan bersama.

“Kalau nanti masuk tahap pemasangan tiang pancang, kami akan undang pihak-pihak terkait untuk ikut menyaksikan,” katanya.

Ia menegaskan bahwa seluruh proses perbaikan saat ini masih berjalan dan berada dalam pengawasan penuh BBPJN Kalimantan Timur. Namun demikian, Arif mengaku belum dapat memastikan nilai total anggaran perbaikan karena masih menunggu laporan resmi dari pihak perusahaan pelaksana.

“Untuk nilai biaya perbaikannya secara pasti kami belum menerima data detailnya,” pungkas Arif.

Penulis: Boy
Editor: Yoghy Irfan

Berita Lainnya