Utama
eskalator pasar pagi samarinda mati jam operasional pasar pagi 
Pedagang Pasar Pagi Keluhkan Eskalator Sering Mati dan Jam Kunjungan hingga Sore Hari
SELASAR.CO, Samarinda – Keluhan pedagang Pasar Pagi Samarinda terhadap fasilitas umum dan jam kunjungan pengunjung mencuat dalam sepekan terakhir. Eskalator dilaporkan kerap tidak berfungsi di jam-jam tertentu, sementara pembatasan waktu kunjungan hingga sore hari dinilai berdampak pada aktivitas jual beli pedagang.
Abi, pedagang sekaligus jasa servis perhiasan yang telah berjualan di Pasar Pagi sejak tahun 2000, mengatakan gangguan eskalator mulai terasa sejak pekan lalu, terutama pada siang hari.
“Tidak semua eskalator mati. Ada yang tangga naiknya jalan tapi turunnya mati, yang di sebelah sana kebalikannya,” ujar Abi saat ditemui di Pasar Pagi Samarinda, Senin (26/1/2026).
Menurut Abi, kondisi tersebut tidak terjadi sepanjang hari, melainkan pada jam-jam tertentu. Akibatnya, akses pengunjung ke lantai atas menjadi terganggu. “Kadang di bawah tidak jalan, di atas bisa jalan. Di atasnya lagi bisa jalan. Jadi tidak sama,” katanya.
Keluhan tersebut sejalan dengan beredarnya video di media sosial yang menampilkan pengunjung mengeluhkan lift pasar yang tidak dapat digunakan. Selain itu, pedagang juga menyebut eskalator di lantai 7 dilaporkan tidak berfungsi selama sekitar tiga hari.
Abi mengaku tidak menerima sosialisasi maupun pemberitahuan resmi dari pengelola pasar terkait gangguan fasilitas tersebut. “Nggak ada pengumuman apa-apa. Tiba-tiba aja memang ada,” ucapnya.
Selain persoalan eskalator dan lift, Abi juga menyoroti pembatasan jam kunjungan pengunjung. Ia menyebut, pengunjung kerap diminta meninggalkan area pasar sejak pukul 17.00 Wita.
“Jam 5 sore pengunjung sudah disuruh pulang. Pernah juga kami diminta untuk tutup, katanya sudah habis aktivitas,” ujarnya.
Menurut Abi, kebijakan tersebut cukup memberatkan, khususnya bagi pedagang jasa yang membutuhkan waktu pelayanan lebih lama. Servis perhiasan, kata dia, berbeda dengan transaksi jual putus karena memerlukan proses dan ketelitian.
“Kami ini servis. Kadang orang punya keperluan mendesak dan mintanya selesai hari itu juga. Kalau jam pengunjung dibatasi, otomatis jadi susah,” katanya.
Ia berharap pengelola Pasar Pagi Samarinda dapat segera membenahi fasilitas umum serta meninjau kembali kebijakan jam kunjungan pengunjung. “Kalau bisa diperpanjang supaya aktivitas dagang tidak terganggu,” pungkas Abi.
Penulis: Hasyim Ilyas
Editor: Yoghy Irfan

