Kutai Timur

 

Tingkatkan Mutu Pendidikan Nonformal, Disdikbud Kutim Gelar Bimtek TKA 2026



SELASAR.CO, Sangatta – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mempertegas komitmennya dalam memeratakan kualitas pendidikan di wilayahnya. Langkah ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk Pendidikan Kesetaraan Paket A, B, dan C Tahun 2026.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 2 hingga 4 Februari 2026 ini, dipusatkan di Hotel Royal Victoria, Sangatta. Agenda strategis tersebut dirancang untuk meningkatkan pemahaman serta kompetensi para penyelenggara pendidikan dalam mengelola evaluasi belajar yang akurat dan akuntabel.

Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, dalam sambutannya menekankan bahwa Bimtek ini bukan sekadar pelatihan teknis rutin, melainkan instrumen vital untuk menentukan standar kualitas lulusan pendidikan nonformal agar setara dengan pendidikan formal.

"Melalui Bimtek ini, kita ingin memastikan seluruh penyelenggara di Kutai Timur memiliki kesiapan teknis yang matang menghadapi TKA 2026. TKA merupakan instrumen penting untuk mengukur capaian akademik peserta didik dengan sistem berbasis komputer," ujar Mulyono, Senin (2/2/2026) malam.

Mulyono juga menjelaskan bahwa TKA hadir sebagai kebijakan yang melengkapi sistem evaluasi sebelumnya, seperti Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK). Ia mengibaratkan TKA sebagai evolusi dari sistem ujian akhir terdahulu (EBTANAS), namun kini sepenuhnya terintegrasi dengan teknologi digital.

Di lokasi yang sama, Kabid Pembinaan PAUD dan PNF Disdikbud Kutim, Heri Purwanto, melaporkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 83 peserta yang merupakan representasi dari 17 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan 1 Sanggar Kegiatan Belajar (SKB).

Para peserta terdiri dari Kepala Satuan Pendidikan dan proktor yang memegang peran kunci dalam pelaksanaan ujian di lapangan. Guna menjamin kualitas pelatihan, Disdikbud Kutim menghadirkan narasumber ahli dari UPTB Telkom Provinsi Kalimantan Timur.

"Fokus utama kami adalah meningkatkan kemahiran proktor dan pengawas dalam mengoperasikan sistem ujian. Harapan kami, pasca pelatihan ini kendala teknis dapat diminimalisir sehingga pelaksanaan TKA berjalan lancar," tutupnya.

 

Penulis: Bonar
Editor: Yoghy Irfan

Berita Lainnya