Kutai Timur

Berita Kutim PDAM Kutim 

Suarakan Kebutuhan Desa, Camat Kongbeng Minta Pemkab Prioritaskan Infrastruktur Dasar di Musrenbangcam



Camat Kongbeng, Petrus Ivung. (Sumber: Selasar/Bonar)
Camat Kongbeng, Petrus Ivung. (Sumber: Selasar/Bonar)

SELASAR.CO, Sangatta – Infrastruktur jalan dan pemenuhan kebutuhan air bersih menjadi isu sentral dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan (Musrenbangcam) Kongbeng tahun 2026. Dalam forum tersebut, Camat Kongbeng, Petrus Ivung, menegaskan permintaan agar pemerintah daerah memprioritaskan betonisasi jalan dan perluasan jaringan PDAM di wilayahnya.

Petrus mengungkapkan bahwa keterbatasan akses jalan masih menjadi kendala besar bagi mobilitas warga. Ruas jalan penghubung utama yang meliputi Desa Sukamaju, Marga Mulia, Sri Pantun, Kongbeng Indah, hingga Sidomulyo saat ini masih berupa jalan tanah yang sulit dilalui saat cuaca buruk.

“Jalan ini merupakan urat nadi antardesa. Melalui usulan Musrenbang ini, kami berharap segera dilakukan betonisasi. Tujuannya jelas, agar mobilitas masyarakat dan distribusi hasil pertanian tidak lagi terhambat oleh lumpur saat musim hujan,” tegas Petrus Ivung saat dihubungi melalui telepon WhatsApp, Rabu (11/2/2026).

Selain jalan utama, Camat Kongbeng juga memasukkan perbaikan jalan usaha tani di Desa Miau Baru sepanjang tiga kilometer sebagai usulan prioritas. Menurutnya, akses yang memadai di area persawahan akan berdampak langsung pada peningkatan ekonomi petani karena mempermudah pengangkutan hasil panen.

Di sisi lain, persoalan kebutuhan air bersih juga menjadi catatan penting dalam usulan tahun ini. Pasalnya, empat desa yakni Sukamaju, Sidomulyo, Sri Pantun, dan Kongbeng Indah hingga kini belum teraliri jaringan PDAM.

“Masyarakat di empat desa tersebut masih bergantung pada air sungai dan sumur bor. Karena letak desa yang agak masuk ke dalam, mereka sering kali luput dari perencanaan. Padahal kebutuhan air bersih yang layak adalah hal yang sangat mendesak,” tambahnya.

Petrus Ivung menekankan bahwa jalan, PDAM, dan jalan usaha tani merupakan tiga sektor yang paling berpengaruh terhadap kualitas hidup warga Kongbeng saat ini. Ia berharap usulan-usulan tersebut tidak sekadar menjadi catatan di atas kertas, tetapi benar-benar direalisasikan oleh Pemerintah Kabupaten.

Tak hanya bergantung pada APBD, dalam forum tersebut camat juga mengajak perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Kongbeng untuk terlibat aktif.

“Kami mengetuk pintu kepedulian perusahaan melalui program CSR. Infrastruktur dasar ini adalah kebutuhan bersama. Jika akses jalan bagus dan air bersih tersedia, aktivitas ekonomi perusahaan pun akan ikut terbantu karena daya beli dan kesehatan masyarakat meningkat,” tutupnya.

 

Penulis: Bonar
Editor: Yoghy Irfan

Berita Lainnya