Utama

teras samarinda sesi 2 Pemkot Samarinda teras samarinda 

Teras Samarinda Tahap 2 Belum Rampung, Lantai Pedestrian di Atas Sungai Belum Terpasang



Teras Samarinda seksi 2 Pemkot Samarinda. (Selasar/istimewa)
Teras Samarinda seksi 2 Pemkot Samarinda. (Selasar/istimewa)

SELASAR.CO, Samarinda – Komisi III DPRD Samarinda melakukan inspeksi mendadak (sidak) progres pembangunan Teras Samarinda tahap 2 bersama Dinas PUPR. Dari empat segmen pekerjaan, segmen 2, 3, dan 4 dinyatakan selesai secara fisik, sementara segmen 1 masih belum rampung.

Dalam peninjauan tersebut, dewan mendapati pedestrian di atas sungai pada segmen 1 belum terpasang lantainya. Kondisi itu menjadi perhatian karena proyek ini dirancang sebagai ruang publik yang mengedepankan kenyamanan dan keselamatan pengunjung.

Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Anwar Hakim, menyebut segmen 4 yang sebelumnya mendapat perpanjangan waktu 50 hari kini telah selesai, meski belum dilakukan serah terima. Sementara segmen 2 sudah memasuki tahap serah terima untuk pengamanan aset.

“Dari empat segmen, tinggal segmen 1 yang belum selesai. Tadi kita lihat langsung, pedestrian di atas sungai itu lantainya belum terpasang. Ini tentu jadi perhatian,” ujarnya.

Sorotan juga mengarah pada aspek anggaran. Segmen 1 tahap 1 dengan nilai sekitar Rp49 miliar masih menyisakan tiga item pekerjaan. Dinas PUPR mengajukan tambahan anggaran sekitar Rp10 miliar untuk pelapisan jembatan dengan PVC, penyelesaian taman, serta pekerjaan mekanikal dan elektrikal. Komisi III menegaskan penambahan tersebut harus disertai rincian yang jelas dan benar-benar sesuai kebutuhan di lapangan.

Selain progres fisik, dewan juga memberi catatan terhadap aspek keselamatan, terutama desain railing (pagar pengaman) di segmen 1 yang dinilai berbeda dari segmen lainnya. Penggunaan material besi dinilai perlu dievaluasi agar tidak mudah berkarat dan tetap aman dalam jangka panjang, terutama untuk melindungi anak-anak yang beraktivitas di kawasan tersebut.

Deni menegaskan, proyek bernilai puluhan miliar rupiah ini harus menjawab ekspektasi masyarakat, bukan sekadar selesai secara administratif.

“Kita ingin proyek ini tidak hanya selesai di atas kertas, tetapi benar-benar tuntas di lapangan, aman, dan berumur panjang. Keselamatan pengunjung harus jadi prioritas,” pungkasnya.

Penulis: Hasyim Ilyas
Editor: Yoghy Irfan

Berita Lainnya