Kutai Timur

layanan air bersih karangan kapasitas pdam karangan distribusi air bersih air bersih sangatta 

Layanan Air Bersih di Karangan Lampaui Kapasitas, Camat Minta Penambahan Daya Tampung



Foto Ilustrasi Layanan Air Bersih di Kecamatan Karangan Lampaui Kapasitas.
Foto Ilustrasi Layanan Air Bersih di Kecamatan Karangan Lampaui Kapasitas.

SELASAR.CO, Sangatta – Layanan air bersih di Kecamatan Karangan kini tengah menghadapi tantangan besar. Lonjakan jumlah pelanggan yang melampaui kapasitas awal instalasi memicu kekhawatiran akan stabilitas distribusi air ke rumah warga.

Camat Karangan, Muhammad Reza Fahlevi, secara tegas mendesak adanya penambahan daya tampung infrastruktur air bersih guna mengantisipasi penurunan kualitas dan kontinuitas layanan. Menurutnya, sistem penyediaan air yang ada saat ini sudah bekerja di atas batas perencanaan awal.

“Jumlah sambungan pelanggan sekarang sudah melebihi kapasitas yang dirancang sebelumnya,” ujar Reza saat memberikan keterangan pada Selasa, 3 Maret 2026.

Berdasarkan data teknis, instalasi air bersih di Karangan awalnya hanya diproyeksikan untuk melayani sekitar 500 sambungan rumah. Namun, seiring pesatnya pertumbuhan penduduk dan meningkatnya kebutuhan domestik dalam beberapa tahun terakhir, jumlah pelanggan kini telah menembus angka 700 sambungan.

Ketimpangan antara ketersediaan infrastruktur dan jumlah pengguna ini dikhawatirkan akan berdampak pada tekanan air yang mengecil atau gangguan distribusi pada jam sibuk jika tidak segera dicarikan solusi permanen.

Reza juga memaparkan bahwa dari sembilan desa yang ada di Kecamatan Karangan, baru tiga desa yang sudah terhubung dengan jaringan resmi PDAM kabupaten, yaitu Karangan Dalam, Karangan Ilir, dan Karangan Seberang.

Sementara itu, enam desa lainnya masih bergantung pada pasokan air dari perusahaan-perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah tersebut. Meski sejauh ini bantuan perusahaan dinilai sangat membantu dan kualitas airnya masih layak konsumsi, Reza menilai pola ini memiliki risiko jangka panjang.

“Ketergantungan terhadap dukungan operasional perusahaan berpotensi menimbulkan risiko apabila terjadi perubahan kebijakan atau kendala teknis di internal mereka. Pola ini belum ideal untuk jangka panjang,” jelasnya.

Menyikapi kondisi ini, pihak kecamatan telah menjalin koordinasi intensif dengan pengelola PDAM setempat. Fokus utama pembahasan adalah mencari opsi penambahan kapasitas produksi serta penguatan jaringan distribusi agar mampu menjangkau lebih banyak warga dengan tekanan yang stabil.

Walaupun usulan pembangunan infrastruktur jalan masih mendominasi aspirasi warga, Reza menekankan bahwa air bersih merupakan kebutuhan dasar yang tidak boleh dikesampingkan karena berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat.

“Memang harus ada penambahan kapasitas supaya pelayanan tidak terganggu ke depan. Kami berharap Pemerintah Kabupaten dapat segera mengambil langkah konkret guna memperkuat sistem air bersih di Karangan,” pungkasnya.

Penulis: Bonar
Editor: Yoghy Irfan

Berita Lainnya