Paser

Pemkab Paser Ketahanan Pangan Lokal Ketahanan Pangan di Paser 

Wabup Paser Minta Anggaran Fokus Ketahanan Pangan Lokal



Wabup Minta Kepada Perangkat Daerah Tajamkan Anggaran yang Berfokus pada Ketahanan Pangan Lokal.
Wabup Minta Kepada Perangkat Daerah Tajamkan Anggaran yang Berfokus pada Ketahanan Pangan Lokal.

SELASAR.CO, Samarinda – Wakil Bupati Paser, Ikhwan Antasari, menekankan pentingnya penajaman anggaran daerah yang berorientasi pada ketahanan pangan lokal. Pesan itu ia sampaikan saat menghadiri High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan serta Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kalimantan Timur, Jumat (6/3/2025).

Forum yang dibuka Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud secara daring itu juga dihadiri Wakil Gubernur Seno Aji dan para kepala daerah se-Kaltim. Ikhwan menegaskan, program kerja pemerintah Paser tak sekadar rutinitas, melainkan harus responsif terhadap dinamika pasar.

“Saya meminta perangkat daerah menajamkan anggaran yang berfokus pada penguatan ketahanan pangan lokal. Dengan begitu, kita lebih mandiri dan tidak bergantung pada pasokan luar daerah,” ujarnya.

Salah satu program unggulan yang dipaparkan adalah Paser BERAKSI (BeteRnak Ayam atasi gejolaK InflaSI). Program ini ditujukan menjaga stabilitas harga telur ayam ras. Konsumsi telur di Paser mencapai 2.268 ton per tahun untuk 309 ribu jiwa penduduk. Produksi lokal melonjak signifikan menjadi 2.328 ton pada 2025, naik 96 persen dibanding 2024 yang hanya 88 ton.

Pemerintah daerah juga menjalin kerja sama antar-BUMD, seperti Perumda Prima Jaya Taka Paser dengan Perumda Manuntung Sukses Balikpapan, dalam penyediaan 3.000 butir telur pada 2025.

Keberhasilan ini membuat Paser dilirik nasional sebagai daerah percontohan pengembangan peternakan ayam petelur skala besar oleh Danantara, sekaligus masuk enam wilayah terpilih dalam Program Hilirisasi Ayam Terintegrasi yang groundbreaking-nya dilakukan Februari lalu di Desa Suatang.

Selain peternakan, sektor pertanian juga menunjukkan surplus. Produksi beras 2025 mencapai 39.350 ton, sementara kebutuhan masyarakat hanya 26.766 ton. Surplus 12.584 ton itu ditopang penyerapan gabah oleh Bulog sebesar 1,8 juta kilogram. Ke depan, Pemkab Paser merencanakan pembangunan dryer dan Rice Milling Unit untuk meningkatkan nilai tambah hasil panen.

Ikhwan memastikan stok pangan Bulog aman hingga Ramadan dan Idulfitri. Sementara itu, dalam percepatan digitalisasi, Pemkab Paser mendorong transaksi non-tunai melalui QRIS. Hingga Februari 2026, tercatat 829 pelaku usaha di Paser telah menggunakan sistem pembayaran digital tersebut. (ADV-SLR-Paser)

Penulis: Redaksi Selasar
Editor: Awan

Berita Lainnya