Utama

Dirut Bank Kaltimtara Diganti Dirut Bank Kaltimtara Bank Kaltimtara DPR RI Aji Mirni Gubernur Kaltim Ganti Dirut Bank Kaltimtara 

Pergantian Dirut Bankaltimtara Disorot, Aji Mirni: Alasan Terkuat Mengganti Itu Apa?



Anggota DPD RI Dapil Kaltim, Aji Mirni Mawarni. Foto: IST
Anggota DPD RI Dapil Kaltim, Aji Mirni Mawarni. Foto: IST

SELASAR.CO, Samarinda – Rencana percepatan pergantian Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Bankaltimtara) menuai sorotan tajam publik. Proses yang dinilai berlangsung cepat itu memunculkan pertanyaan soal transparansi, urgensi, hingga latar belakang kandidat pengganti.

Informasi yang beredar menyebutkan, Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, tengah mendorong percepatan pergantian Direktur Utama Bankaltimtara, Muhammad Yamin. Padahal, Yamin masih menjabat untuk periode kedua 2024–2028.

Sejumlah nama bahkan dikabarkan telah mengikuti uji kemampuan dan kepatutan (fit and proper test) di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dua kandidat yang mencuat yakni Romy Wijayanto dari Jakarta dan Amri Mauraga dari Sulawesi.

Namun, langkah percepatan ini dinilai janggal oleh Anggota DPD RI daerah pemilihan Kalimantan Timur, Aji Mirni Mawarni. Ia mempertanyakan alasan mendasar pergantian di tengah masa jabatan yang masih panjang.

“Ini waktunya belum. Masa jabatan masih ada. Alasan terkuat mengganti itu apa? Harus disampaikan ke publik, jangan asal ganti,” tegasnya, Sabtu (28/3/2026).

Ia juga menyoroti minimnya keterbukaan terkait latar belakang dan kompetensi kandidat pengganti. Menurutnya, publik berhak mengetahui kapasitas calon yang akan memimpin bank daerah tersebut.

“Kenapa dia dipilih? Apa kompetensinya? Apakah sesuai memimpin BPD? Ini harus jelas,” ujarnya.

Terkait isu dugaan kredit bermasalah yang dikaitkan dengan kepemimpinan Muhammad Yamin, Aji Mirni mengingatkan agar tidak disimpulkan secara sepihak tanpa dasar yang kuat.

“Jangan langsung disebut kredit fiktif. Harus ada tim yang membuktikan. Kalau memang benar, tentu harus diganti. Tapi kalau hanya dicari-cari, ini berbahaya,” katanya.

Ia juga menyinggung informasi yang beredar terkait salah satu kandidat yang disebut memiliki riwayat perkara hukum, meski belum terkonfirmasi secara resmi.

“Saya membaca dari beberapa sumber, ada kandidat yang bolak-balik ke pengadilan. Ini harus diklarifikasi. Jangan sampai yang mengganti justru bermasalah,” ujarnya.

Selain itu, ia mengingatkan potensi konflik kepentingan terkait isu pengalihan (take over) kredit dalam jumlah besar ke Bankaltimtara. Menurutnya, setiap kebijakan kredit harus berbasis prinsip kehati-hatian dan didukung agunan yang jelas.

“Jangan sampai satu aset dijadikan jaminan berulang. Itu berisiko dan pernah terjadi. Ini harus diantisipasi,” tegasnya.

Di sisi lain, Aji Mirni juga menyoroti minimnya kesempatan bagi sumber daya manusia (SDM) lokal untuk menduduki posisi strategis di perusahaan daerah.

“Kaltim punya SDM yang mampu, tapi sering tidak diberi kesempatan. Ini yang harus diubah,” katanya.

Ia pun meminta Gubernur Kaltim membuka ruang seluas-luasnya bagi putra daerah untuk berkontribusi, terutama dalam posisi strategis di BUMD.

“Berikan kesempatan kepada orang Kaltim. Mereka punya tanggung jawab moral lebih besar terhadap daerahnya,” ujarnya.

Hingga kini, belum ada penjelasan resmi terkait alasan percepatan pergantian maupun dasar penentuan kandidat. Situasi ini semakin menguatkan persepsi publik bahwa proses tersebut belum sepenuhnya transparan dan akuntabel.

 

Penulis: Boy
Editor: Yoghy Irfan

Berita Lainnya