Bontang

Disdikbud Bontang 

SMPN 5 Bontang Konsisten Terapkan Metode UMMI untuk Penguatan Karakter Religius Siswa



Foto: Suasana pelaksanaan program keagamaan Islam di Gedung SMP Negeri 5 Bontang, Jalan Pupuk Raya, Belimbing, Bontang Barat. (Istimewa)
Foto: Suasana pelaksanaan program keagamaan Islam di Gedung SMP Negeri 5 Bontang, Jalan Pupuk Raya, Belimbing, Bontang Barat. (Istimewa)

SELASAR.CO, Bontang – SMP Negeri 5 Bontang terus menjalankan program pembelajaran Al-Qur’an dengan metode UMMI sebagai upaya membentuk karakter religius peserta didik.

Program tersebut telah diterapkan selama tiga tahun terakhir dengan menyediakan waktu khusus bagi siswa untuk belajar membaca Al-Qur’an secara rutin di lingkungan sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, Abdu Safa Muha, menilai pembelajaran berbasis keagamaan memiliki peran penting dalam mendukung pembentukan karakter siswa sejak dini.

Menurutnya, pendidikan tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga harus memperkuat nilai moral dan spiritual peserta didik.

“Program seperti ini penting karena bukan hanya meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca Al-Qur’an, tetapi juga membangun karakter religius mereka,” ujar Safa Muha saat dikonfirmasi, Jumat (17/4).

Sementara itu, Wakil Kepala SMP Negeri 5 Bontang, Sari Indrawati, mengatakan penerapan metode UMMI menunjukkan perkembangan yang cukup konsisten sejak pertama kali dijalankan di sekolah tersebut.

Ia menjelaskan, metode UMMI merupakan sistem pembelajaran Al-Qur’an yang menitikberatkan pada kefasihan membaca, ketepatan pelafalan, serta penerapan kaidah tajwid secara benar dan bertahap.

“Metode ini memiliki standar mutu yang jelas sehingga proses pembelajaran dilakukan secara sistematis,” terangnya.

Dalam pelaksanaannya, sekolah juga menghadirkan tenaga pengajar khusus yang memiliki kompetensi di bidang pembelajaran Al-Qur’an metode UMMI.

Sebanyak 16 guru direkrut dari lembaga UMMI dan telah melalui tahapan seleksi serta memiliki sertifikasi sesuai standar yang ditentukan.

Menurutnya, proses perekrutan guru dilakukan secara ketat agar kualitas pembelajaran tetap terjaga.

“Guru UMMI harus memiliki kemampuan dan kriteria khusus sehingga perekrutannya tidak dilakukan sembarangan,” tandasnya. (ADV-SLR-Disdikbud Bontang)

Penulis: Redaksi Selasar
Editor: Yoghy Irfan

Berita Lainnya