Utama
Hak angket paripurna hak angket dprd kaltim golkar kaltim hasan ketua dprd kaltim 
Rapat Kedua Soal Hak Angket, Ketua DPRD Kaltim Mas’ud Pilih Patuh Kepada Fraksi Golkar
SELASAR.CO, Samarinda - Tensi politik di Karang Paci dipastikan kembali memanas menjelang Rapat Paripurna Hak Angket yang dijadwalkan pada Senin, 27 Juli 2026 mendatang. Menyikapi hal tersebut, Ketua DPRD Kalimantan Timur, Hasanuddin Mas’ud, menegaskan posisi politik pribadinya yang akan tetap tegak lurus mengikuti keputusan Fraksi Golkar.
Sikap ini memicu sorotan publik mengingat Ketua DPD Golkar Kaltim saat ini dijabat oleh Rudy Mas’ud, yang tidak lain adalah Gubernur Kaltim sekaligus adik kandung dari Hasanuddin Mas’ud sendiri.
Pada agenda paripurna sebelumnya yang digelar Rabu (10/6/2026) lalu, Fraksi Golkar DPRD Kaltim secara kompak memilih tidak hadir alias absen. Golkar menilai usulan hak angket untuk menyelidiki dugaan kebijakan kontroversial Gubernur Rudy Mas'ud tidak sejalan dengan pandangan partai berlambang pohon beringin tersebut.
Melalui Ketua Fraksinya, Muhammad Husni Fahruddin, Golkar menganggap mekanisme hak angket terlalu prematur dan belum tepat digunakan untuk menyikapi isu tata kelola pemerintahan saat ini. Padahal, hak angket ini bergulir sebagai respons parlemen atas gelombang unjuk rasa besar-besaran masyarakat yang menuntut penyelidikan mendalam terkait dugaan penyimpangan, nepotisme, dan kebijakan yang merugikan publik.
Berita Terkait
Saat dikonfirmasi awak media terkait arah suara Golkar pada paripurna kedua nanti, Hasanuddin Mas'ud menyerahkan sepenuhnya intervensi tersebut kepada internal fraksi.
“Nah, itu kan termasuk urusan fraksi. Saya bukan ketua fraksi, saya anggota fraksi. Pimpinan di DPRD, tapi ini kan suara fraksi. Jadi kalau mereka mau ikut atau tidak ikut, itu kan demokrasi saja. Ada yang setuju, ada yang tidak setuju," ujar Hasanuddin, Kamis (2/7/2026).
Sebagai kader, ia menyatakan memiliki kewajiban mutlak untuk patuh pada komando fraksinya di parlemen.
“Sejauh ini sih ya kita pasti ikut fraksi lah. Apa kata fraksi. Kalau kemarin kan katanya nggak ikut, ya berarti itulah. Tidak mungkin kita melawan kata fraksi kita,” tegasnya.
Mengenai kepastian jadwal ulang rapat paripurna hak angket yang beredar, Hasanuddin mengaku belum mengetahui secara mendetail lantaran baru tiba di Samarinda. Ia menyebut urusan penjadwalan tersebut masih harus melewati mekanisme di Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Kaltim.
"Hak angket? Nanti kita lihat di Banmus. Saya belum ikut, nanti kita lihat ya. Saya baru datang tadi malam sebenarnya," ungkapnya.
Lebih lanjut, ia mengembalikan segala riuh dinamika hak angket ini pada mekanisme pemungutan suara mayoritas legislatif. "Nanti dilihat mana yang paling banyak. Biasanya dalam demokrasi begitu," pungkas Hasanuddin.
Penulis: Boy
Editor: Yoghy Irfan

