Kutai Kartanegara

Dispar Kukar Program Dedikasi di Kukar Pemkab Kukar 

Dispar Kukar Validasi Data Ekraf, Pastikan Program Dedikasi Tepat Sasaran



Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Kukar, Zikri Umulda. (Selasar/Farid).
Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Kukar, Zikri Umulda. (Selasar/Farid).

SELASAR.CO, Kutai Kartanegara - Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendorong penguatan sektor ekonomi kreatif melalui Program Dedikasi yang memberikan stimulus kepada pelaku mau pun komunitas kreatif di daerah.

Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Kukar, Zikri Umulda, mengatakan program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk mendukung pelaku ekraf sekaligus menghidupkan berbagai kegiatan kreatif di tingkat kecamatan hingga jangkauan yang lebih luas.

Melalui Program Dedikasi, pelaku atau komunitas ekonomi kreatif yang memenuhi ketentuan dapat memperoleh bantuan hingga Rp100 juta.

Dukungan tersebut juga diarahkan untuk mendorong tumbuhnya berbagai kegiatan yang menjadi ruang bagi pelaku kreatif untuk berkembang.

“Program Dedikasi merupakan bentuk stimulus ekonomi kreatif yang diberikan kepada pelaku maupun komunitas yang memenuhi ketentuan. Selain bantuan, kami juga mendorong berbagai event kreatif agar potensi di daerah bisa terus berkembang,” ujar Zikri sapaan akrabnya, Jumat (25/9/2026).

Meski demikian, pelaksanaan sejumlah kegiatan mengalami penyesuaian setelah adanya defisit dan efisiensi anggaran.

Beberapa agenda yang telah berjalan di antaranya Kukar Reggae Fest, Festival Menamang, serta Festival Mara Putih pada awal tahun. Sementara Festival Pesisir dan Kota Bangun Festival masih dalam tahap konsep dan pengembangan.

Selain melalui program dan event, Dispar Kukar juga memperkuat pengembangan ekraf dengan membenahi basis data pelaku. Sejak akhir 2024, proses pendataan dan validasi kembali dilakukan untuk mengetahui perkembangan pelaku ekonomi kreatif di 20 kecamatan.

Berdasarkan pendataan akhir 2024, terdapat sekitar 4.300 pelaku ekonomi kreatif di Kukar. Subsektor yang cukup berkembang antara lain kuliner dan seni pertunjukan, dengan potensi kuliner yang tersebar di hampir seluruh kecamatan.

“Data menjadi dasar bagi kami dalam menentukan arah pengembangan ekonomi kreatif. Karena itu, saat ini sekitar 900-an pelaku dari data yang ada sedang kami verifikasi kembali untuk memastikan apakah masih aktif atau tidak,” jelasnya.

Zikri menegaskan, penguatan ekonomi kreatif tidak hanya berkaitan dengan pemberian bantuan, tetapi juga memastikan pemerintah memiliki gambaran yang jelas mengenai potensi dan kondisi pelaku di lapangan. Dengan basis data yang terus diperbarui, program Dispar diharapkan dapat lebih tepat sasaran.

“Jadi, kalau berbicara perkembangan ekonomi kreatif, kita terus memperkuat basis data. Dari data inilah nantinya pengembangan dan dukungan yang diberikan Dispar bisa disusun sesuai kebutuhan pelaku di masing-masing wilayah,” pungkas Zikri.

Penulis: Farid
Editor: Awan

Berita Lainnya