Kutai Kartanegara
Rendi Solihin TPID Award 2026 Pemkab Kukar 
Berkat Perkuat Pengendalian Inflasi, Pemkab Kukar Raih TPID Award 2026
SELASAR.CO, Kutai Kartanegara - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) meraih Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Award 2026 kategori Kabupaten/Kota Berprestasi dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi serta Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) 2026.
Penghargaan tersebut diumumkan di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, dalam rangkaian pembukaan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) bersama Indonesia Fintech Summit and Expo (IFSE) 2026.
Kukar menjadi satu dari lima daerah yang masuk kategori Kabupaten/Kota Berprestasi. Empat daerah lainnya yakni Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Kolaka Timur, dan Kabupaten Sumba Barat.
Capaian tersebut menjadi pengakuan terhadap kinerja daerah dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.
Berita Terkait
Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin mengatakan penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak.
"Penghargaan ini merupakan hasil kerja bersama di bawah kepemimpinan Bupati Aulia Rahman Basri bersama seluruh jajaran pemerintah daerah, TPID, perangkat daerah, pelaku usaha, distributor, petani, dan masyarakat yang ikut menjaga stabilitas harga serta ketersediaan kebutuhan pokok di Kutai Kartanegara,” kata Rendi.
Menurut Rendi, capaian tersebut tidak boleh membuat pemerintah daerah berhenti melakukan pembenahan. Pemerintahan Aulia Rahman Basri-Rendi Solihin tetap memiliki tantangan untuk menjaga ketersediaan bahan pokok, kelancaran distribusi serta keterjangkauan harga.
"Pak Aulia dan saya memiliki komitmen yang sama. Yang paling penting bukan sekadar penghargaan, tetapi bagaimana masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau, pasokan tersedia, distribusi berjalan baik, dan daya beli masyarakat tetap terjaga,” ujarnya.
Rendi menyebut kondisi geografis Kukar yang luas membuat pengendalian inflasi membutuhkan koordinasi hingga tingkat kecamatan. Setiap wilayah memiliki karakteristik berbeda sehingga kebijakan pengendalian harga perlu disesuaikan dengan kondisi lapangan.
"Kukar memiliki wilayah yang sangat luas dengan karakter setiap kecamatan yang berbeda,” jelasnya.
Ia menjelaskan pengendalian inflasi tidak hanya berkaitan dengan angka inflasi, tetapi juga menyangkut produksi, pasokan dan distribusi kebutuhan masyarakat.
Maka dari itu, pemerintah daerah terus mendorong kerja bersama antara pemerintah, pelaku usaha, petani, distributor serta pemangku kepentingan lainnya.
"Produksi harus diperkuat, pasokan harus tersedia, distribusi harus lancar, dan manfaatnya harus dirasakan masyarakat,” tegas Rendi.
Penghargaan TPID Award 2026 tersebut menjadi tambahan motivasi bagi pemerintahan Aulia Rahman Basri-Rendi Solihin untuk memperkuat pengendalian inflasi dan ketahanan pangan di Kukar. Rendi menegaskan capaian itu akan dijadikan pemacu untuk menjaga perekonomian daerah tetap stabil.
"Penghargaan ini kami persembahkan untuk masyarakat Kutai Kartanegara. Ini bukan garis akhir, tetapi menjadi pemacu bagi kami untuk bekerja lebih keras agar stabilitas harga dan perekonomian daerah tetap terjaga,” pungkasnya.
Penulis: Farid
Editor: Awan

