PPU
Bapelitbang PPU Japan International Cooperation Agency Pemkab PPU 
Penduduk PPU Diproyeksi Tembus 370 Ribu, Dampak IKN Mulai Dipetakan JICA
SELASAR.CO, Penajam Paser Utara – Perkembangan Ibu Kota Nusantara (IKN) diperkirakan membawa perubahan besar terhadap demografi dan kebutuhan pembangunan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Dalam kajian bersama Japan International Cooperation Agency (JICA), jumlah penduduk PPU hingga 2045 diproyeksikan meningkat signifikan dibandingkan kondisi saat ini.
Sekretaris Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) PPU, Arif Afandi, mengatakan proyeksi kependudukan menjadi salah satu pembahasan penting dalam proyek Three City Development Plan (TCDP) yang didukung JICA. Dalam pembahasan awal, jumlah penduduk PPU hingga 2045 diperkirakan mengalami peningkatan sekitar 370 ribu jiwa dari baseline saat ini yang berada di kisaran 205 ribu jiwa.
“Kita bahas jumlah penduduk PPU kalau sampai 2045 itu sekitar ada kenaikan sekitar 370 ribu dari baseline yang sekarang 200 ribu sekian, 205 ribu,” kata Arif, Kamis (24/9/2026).
Menurut Arif, pertumbuhan penduduk tersebut tidak terlepas dari perkembangan IKN. Karena itu, pemerintah daerah perlu memperhitungkan perubahan demografi tersebut dalam penyusunan rencana pembangunan agar peningkatan aktivitas ekonomi dan kebutuhan masyarakat dapat diantisipasi sejak awal.
Berita Terkait
Kajian JICA sendiri pada awalnya dikenal sebagai konsep Three City Development Plan yang mencakup Balikpapan, Samarinda dan IKN. Namun, dalam perkembangannya, PPU dan Kutai Kartanegara (Kukar) turut masuk dalam implementasi proyek.
“Sejak awal konsepnya memang Tri-City Development Plan (TCDP), yaitu Balikpapan, Samarinda dan IKN. Seiring waktu, kita menyampaikan keinginan untuk ikut terlibat dalam rencana proyek ini,” ujarnya.
Masuknya PPU dalam kajian tersebut dinilai penting karena wilayah PPU berada dalam kawasan yang berkaitan langsung dengan perkembangan IKN. Pemerintah daerah ingin memastikan pembangunan PPU tidak berjalan sendiri, tetapi terhubung dengan perencanaan kawasan secara regional. Selain proyeksi penduduk, PPU juga telah menyerahkan 13 usulan proyek percontohan kepada tim JICA. Daftar tersebut mencakup sejumlah sektor pembangunan, mulai dari infrastruktur hingga pelayanan dasar.
“Intinya kita punya 13 list proyek percontohan yang sudah kita serahkan. Salah satunya terkait infrastruktur, hampir semua infrastruktur, baik jembatan, jalan, pendidikan, rumah sakit untuk sektor kesehatan dan termasuk pelayanan persampahan,” jelas Arif.
Masato Akashi dari JET, Tim Ahli JICA Jepang, mengatakan kunjungan ke PPU merupakan bagian dari tindak lanjut proyek yang didukung JICA. Salah satu agenda yang dibahas adalah persiapan kegiatan percontohan yang direncanakan berlangsung tahun depan.
Selain itu, tim juga membahas proyeksi penduduk PPU. Data tersebut diperlukan untuk melihat kemungkinan perubahan kebutuhan kawasan seiring perkembangan IKN. Untuk sektor investasi, Akashi menyebut kajian masih berlangsung. Tim JICA akan mengidentifikasi sektor ekonomi dan proyek yang memiliki potensi dikembangkan di kawasan tersebut.
Kajian investasi tidak dibatasi pada satu jenis industri. Berbagai sektor akan dipelajari untuk melihat peluang pengembangan ekonomi yang dapat menopang pertumbuhan kawasan. Dengan demikian, meski menggunakan nama Three City Development Plan, implementasinya kini mencakup lima wilayah, yakni IKN, Balikpapan, Samarinda, PPU dan Kukar.
Arif menilai keterhubungan antardaerah menjadi faktor penting dalam menghadapi perkembangan IKN. Menurutnya, pertumbuhan kawasan ibu kota baru akan memberikan dampak terhadap wilayah di sekitarnya sehingga perencanaan tidak dapat dilakukan secara terpisah.
“Kalau konsepnya tidak terintegrasi antarwilayah, PPU akan tertinggal juga akhirnya,” tegasnya.
Melalui kajian tersebut, PPU mulai memetakan kebutuhan pembangunan jangka panjang, terutama dalam menghadapi perubahan jumlah penduduk, perkembangan ekonomi serta kebutuhan infrastruktur yang diperkirakan meningkat seiring pertumbuhan IKN hingga 2045. (ADV/DiskominfoPPU)
Penulis: Nelly
Editor: Awan

