PPU
Disdikpora PPU Kualitas udara Pemkab PPU 
Disdikpora PPU Kaji PJJ Akibat Kondisi Udara Buruk
SELASAR.CO, Penajam Paser Utara – Kualitas udara yang memburuk akibat kabut asap mulai mengganggu aktivitas pendidikan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Kecamatan Babulu kini masuk dalam perhatian Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) setelah hasil pengukuran menunjukkan konsentrasi PM10 mencapai 331,5 mikrogram per meter kubik (µg/m³) di dalam ruangan. Angka tersebut berada pada kategori sangat tidak sehat. Kondisi serupa juga terjadi di Kecamatan Sepaku yang sebelumnya telah menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama sekitar satu pekan.
Sekretaris Disdikpora PPU, Durajat, mengatakan data kualitas udara menjadi pertimbangan dalam menentukan kebijakan pembelajaran di wilayah terdampak kabut asap.
“Babulu itu tinggi, 331,5, sangat tidak sehat. Yang sangat tidak sehat itu dua, Kecamatan Babulu sama Sepaku,” kata Durajat, Rabu (23/9/2026).
Berdasarkan hasil pengukuran 21 September 2026, konsentrasi PM10 di Babulu mencapai 331,5 µg/m³ untuk kondisi indoor dan 323 µg/m³ outdoor. Sementara di Sepaku, PM10 tercatat 326,5 µg/m³ di dalam ruangan dan 331,25 µg/m³ di luar ruangan.
Berita Terkait
Dengan kondisi tersebut, PJJ yang sebelumnya diterapkan di Sepaku akan diperpanjang. Sementara untuk Babulu, Disdikpora masih melakukan pembahasan dan koordinasi dengan pimpinan. Hingga Rabu (23/9/2026), belum ada surat resmi mengenai penerapan PJJ di Babulu.
“Yang saat ini juga kondisi udaranya tidak sehat itu Babulu, makanya saya mau komunikasi dengan pimpinan bagaimana untuk Babulu, apakah tidak diberlakukan juga PJJ seperti di Kecamatan Sepaku,” ujarnya.
Menurut Durajat, kondisi udara Babulu perlu mendapat perhatian karena angka PM10 sudah berada pada level yang hampir sama dengan Sepaku.
“Harusnya kalau melihat udara di atas 300 ya. Karena per hari ini sudah hampir mirip dengan Sepaku,” katanya.
Sambil menunggu keputusan terkait PJJ, Disdikpora meminta sekolah mengurangi aktivitas peserta didik di luar ruangan. Kegiatan pembelajaran diminta lebih banyak dilakukan di dalam kelas dan sekolah memastikan peserta didik menggunakan masker.
“Intinya optimalisasi kegiatan di dalam indoor saja. Jadi jangan sering kegiatan di luar area, di luar kelas. Yang kedua, tetap menggunakan masker,” jelas Durajat.
Selain PM10, hasil pengukuran juga menunjukkan konsentrasi PM2,5 berada pada kategori tidak sehat di empat kecamatan. Di Babulu, PM2,5 tercatat 123 µg/m³ indoor dan 129,5 µg/m³ outdoor. Di Sepaku masing-masing mencapai 93,5 µg/m³ dan 96,5 µg/m³.
Sementara di Kecamatan Penajam, PM2,5 berada pada angka 57 µg/m³ indoor dan 67,33 µg/m³ outdoor. Adapun di Waru tercatat 39 µg/m³ indoor dan 78 µg/m³ outdoor.
Durajat mengakui masih terdapat satuan pendidikan yang belum sepenuhnya menerapkan imbauan penggunaan masker. Disdikpora kembali melakukan komunikasi dengan sekolah untuk memastikan langkah perlindungan tersebut dijalankan.
Jika PJJ diberlakukan, skemanya juga berbeda dengan pembelajaran dari rumah saat pandemi Covid-19. Dalam kebijakan yang disiapkan Disdikpora, peserta didik belajar dari rumah, sedangkan guru tetap diarahkan mengajar dari sekolah.
“Orang banyak bertanya, apakah gurunya mengajar dari rumah? Kita sarankan mengajar di sekolah. Karena sumber pembelajaran dan fasilitas pembelajaran ada di sekolah,” jelasnya.
Kebijakan tersebut ditujukan untuk mengurangi paparan peserta didik terhadap udara yang tidak sehat. Durajat mengatakan anak usia sekolah menjadi salah satu kelompok yang perlu mendapat perhatian ketika kualitas udara memburuk.
“Anak-anak usia sekolah itu rentan terhadap penyakit-penyakit seperti ISPA dan sebagainya dibanding yang usia dewasa,” ujarnya.
Penerapan PJJ juga akan berdampak pada pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Jika suatu wilayah menerapkan PJJ, Disdikpora akan menyampaikan informasi tersebut kepada perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN) di Penajam untuk diteruskan kepada satuan pelayanan pemenuhan gizi di wilayah tersebut.
Saat ini, Disdikpora PPU menangani sekitar 303 satuan pendidikan jenjang SD, SMP dan PKBM di luar PAUD. Jika ditambah sekitar 170 lembaga PAUD, jumlah satuan pendidikan di PPU mendekati 500 lembaga. Khusus Kecamatan Sepaku, terdapat sekitar 40 SD di luar satuan pendidikan pada jenjang lainnya.
Disdikpora masih memantau perkembangan kualitas udara sebelum mengambil kebijakan untuk wilayah lain. Untuk saat ini, Sepaku menjadi wilayah yang telah menerapkan PJJ dan kebijakan tersebut akan diperpanjang. Sementara Babulu masih dalam tahap pembahasan setelah konsentrasi PM10 mencapai 331,5 µg/m³. Keputusan PJJ untuk Babulu masih menunggu hasil koordinasi Disdikpora PPU dengan pimpinan. (ADV/DiskominfoPPU)
Penulis: Nelly
Editor: Awan

