Ragam
DLH Bulungan Tutupan Lahan 
DLH Bulungan Dorong Kolaborasi Multisektor untuk Pantau Tutupan Lahan
SELASAR.CO, Bulungan - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bulungan melibatkan pemerintah desa dan masyarakat dalam pemantauan tutupan lahan, khususnya untuk mendeteksi adanya pembukaan lahan di wilayah Kabupaten Bulungan.
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Bulungan, Kahardiansyah, S.Km M.Sc., mengatakan pemantauan dilakukan melalui sistem dashboard yang dapat menunjukkan lokasi yang diduga mengalami pembukaan lahan.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan upaya lintas sektor yang melibatkan sejumlah pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah hingga pemerintah desa dan masyarakat.
“Ini adalah kegiatan yang lintas sektoral. Kita libatkan pemerintah desa, masyarakat peduli api, kita juga bisa melibatkan itu untuk melihat daerah-daerah yang mana terbuka,” kata Kahardiansyah.
Berita Terkait
Ia menjelaskan, data hasil pemantauan tersebut nantinya menjadi basis data bagi pemerintah dalam menentukan lokasi yang membutuhkan kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan.
“Data itu bisa kita gunakan sebagai basis data untuk kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan yang dilakukan di areal terbuka,” ujarnya.
Kahardiansyah menerangkan, proses pemantauan tidak berhenti pada informasi yang muncul di dashboard. Setelah terdapat indikasi pembukaan lahan, petugas melakukan verifikasi dan berkoordinasi dengan pemerintah setempat.
“Ketika misalnya di dashboard menunjukkan angka satu, berarti ada terjadi dugaan pembukaan di areal tertentu,” jelasnya.
Selanjutnya, petugas melakukan verifikasi lokasi melalui dashboard sebelum berkoordinasi dengan pemerintah desa maupun kecamatan untuk memastikan kondisi di lapangan.
“Setelah dilakukan verifikasi, dipastikan di mana arealnya, di mana lokasinya terbuka, kemudian teman-teman langsung berkoordinasi dengan pemerintah setempat yaitu desa maupun kecamatan,” katanya.
Petugas kemudian turun ke lapangan untuk memastikan apakah lokasi yang teridentifikasi benar-benar mengalami pembukaan lahan sekaligus melihat penyebabnya.
Setelah verifikasi lapangan selesai, data kembali diperbarui pada dashboard. Sistem tersebut memungkinkan pemerintah membandingkan kondisi tutupan lahan sebelum dan sesudah terjadi pembukaan.
“Di dalam dashboard itu kita bisa melihat, membandingkan antara sebelum dan sesudah terbuka,” tutur Kahardiansyah.
Ia menambahkan, pemantauan telah berjalan sejak sekitar 2023 dan dilakukan secara berkala. Sistem yang digunakan juga memanfaatkan teknologi radar sehingga pemantauan tidak sepenuhnya bergantung pada kondisi tutupan awan sebagaimana pada penggunaan citra optik.
“Ini dashboard memantau setiap hari. Jadi teman-teman tugasnya adalah bagaimana melakukan, memverifikasi di dalam dashboard itu, habis itu melakukan kunjungan,” tutupnya. (**)
Penulis: Redaksi Selasar
Editor: Awan

