Kutai Kartanegara
DLHK Kukar Budidaya Maggot Pengelolaan Sampah Organik Pemkab Kukar 
DLHK Kukar Dorong Budidaya Maggot Jadi Solusi Pengelolaan Sampah Organik
SELASAR.CO, Kutai Kartanegara – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kutai Kartanegara (Kukar) mendorong masyarakat memanfaatkan sampah organik melalui budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF).
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLHK Kukar, Tri Joko Kuncoro, mengatakan langkah ini dinilai dapat mengurangi timbunan sampah sekaligus menghasilkan pakan alternatif untuk ternak dan ikan.
Dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat, pihaknya bekerja sama dengan Universitas Mulawarman dan beberapa Kelurahan dalam pelatihan pengolahan sampah organik menggunakan maggot.
“Tujuannya untuk menyadarkan masyarakat bahwa sampah organik masih bisa dimanfaatkan. Salah satunya melalui budidaya maggot,” kata Tri Joko, Minggu (4/10/2026).
Berita Terkait
Pemanfaatannya juga dapat dikembangkan dalam sistem yang saling terhubung, misalnya maggot digunakan sebagai pakan ayam petelur untuk membantu meningkatkan produksi telur.
Di sisi lain, budidaya maggot dapat membantu mengurangi sampah organik yang masuk ke tempat pembuangan sementara (TPS). Sampah organik menjadi salah satu sumber bau yang selama ini dikeluhkan masyarakat.
“Budidaya maggot menjadi salah satu cara yang efektif untuk mengatasi sampah organik. Sampah organik dapat dimanfaatkan sebagai pakan maggot sehingga bisa mengurangi timbunan sampah,” ujarnya.
Tri Joko menerangkan, budidaya maggot mulai diterapkan sejumlah kelompok masyarakat di Tenggarong dan beberapa kecamatan lainnya.
Selain untuk budidaya maggot, sampah organik juga dapat diolah menjadi kompos. Hasilnya dapat dimanfaatkan sebagai pupuk cair maupun pupuk padat sehingga sampah memiliki nilai guna dan tidak langsung berakhir di TPS.
“ini sangat disayangkan jika sampah organik masih dibuang ke TPS, karena sebenarnya memiliki nilai manfaat yang cukup tinggi,” tutup Tri Joko. (ADV-SLR-Kukar)
Penulis: Farid
Editor: Awan

