Hukrim

smp bentrok 

Di Samarinda, Dua SMP Nyaris Bentrok Akibat Hoaks 



SMP 21 Samarinda
SMP 21 Samarinda

SELASAR.CO, Samarinda – Sekitar pukul 10.00 Wita, sekelompok pelajar dari SMP 9 Samarinda berkumpul di depan gerbang SMP 21 Samarinda, di Jalan Tongkol. Sekitar 20 pelajar itu bersiap melakukan tawuran dengan pelajar SMP 21 Samarinda.

Restu Hariningsih, Guru Bimbingan Konseling (BK) SMP 21 Samarinda, yang mencurigai akan terjadi bentrokan, segera menghubungi pihak kepolisian.

Pihak kepolisian yang menerima kabar langsung menuju TKP. Benar saja, tidak lama petugas datang ke lokasi, segerombolan pelajar itu pun langsung berhamburan menghindari petugas. "Ketika kami datangi, mereka langsung lari, saya takut ada bentrok makanya saya panggil petugas kepolisian," ucap Restu.

Ia lalu bercerita tentang asal muasal penyebab hampir bertikainya dua sekolah menengah pertama ini. Kejadian bermula dari pesan singkat di aplikasi Whatsapp, yang berisi peringatan kepada siswa SMP 9 Samarinda akan diserang oleh siswa SMP 21 pada tanggal 15 Oktober mendatang.

"Setelah ditelisik oleh kami dan juga pihak kepolisian, ternyata kabar itu hoaks, kabar itu tidak benar sama sekali," jelas Restu.

Pihak SMP 21 telah bertemu dengan salah satu siswa yang diamankan. Siswa tersebut didampingi oleh guru SMP 9 Samarinda di Polsekta Samarinda Kota. Hasilnya, permasalahan ini berakhir dengan damai kedua belah pihak.

 

 

Penulis: Fatatul Fadillah
Editor: Er Riyadi

Berita Lainnya