Ragam

I Care Kaltim Hapus Tato 

Hapus Tato Gratis bersama I Care Kaltim



Salah satu pasien sedang berkonsultasi mengenai penghapusan tato
Salah satu pasien sedang berkonsultasi mengenai penghapusan tato

SELASAR.CO, Samarinda - Tato atau rajah merupakan seni lukis pada kulit manusia yang dibuat menggunakan jarum dan tinta. Tinta dimasukkan ke bawah lapisan kulit sehingga bersifat permanen. Untuk menghapusnya, tidak gampang. Dalam dunia medis, menghapus tato digolongkan sebagai suatu tindakan bedah estetik, dan memerlukan biaya yang tidak sedikit.

Untuk itu, lembaga amal I Care Kaltim mengadakan penghapusan tato secara gratis kepada warga Samarinda selama 3 hari di Jalan A Wahab Syahranie, Kelurahan Gunung Kelua, Samarinda Ulu. Yusri, ketua I Care Kaltim mengatakan, antusiasme warga cukup tinggi.

"Kegiatan hari ini diikuti banyak warga, hingga melampaui target dari 370 peserta yang daftar. Kegiatan ini kita lakukan selama 3 hari dari tanggal 29 sampai 31 Januari 2020,” jelasnya, Rabu (29/1/2020) siang.

Sementara itu, penghapusan tato menggunakan metode laser. Butuh minimal tiga sampai empat kali proses agar tato benar-benar terhapus. Hal itu juga tergantung kualitas tintanya.

“Penghapusan dengan menggunakan laser, (kulit) akan kembali seperti semula. Adapun treatment-nya tergantung dari kualitas tato, seperti warnanya yang cerah atau tato yang sudah puluhan tahun. Normalnya tiga sampai empat kali tatonya sudah hilang total,” terang Yusri.

Alasan orang menghapus tatonya beragam. Salah satunya adalah ingin berhijrah, seperti Adelia (21). “Ingin hijrah, soalnya kan kalau salat ada tato itu merasa risih dan tidak enak, jadinya ingin dihapus aja. Lupa dari kapan (bikin tato) tapi kalau tidak salah sudah lima tahunan,” ungkapnya.

Selain Adelia, pasien lain berusia 21 tahun yang tidak ingin disebut namanya, mengaku sudah  melukis tubuhnya sejak duduk di bangku sekolah menengah atas. “Kalau salat itu merasa gimana ya, kayak merasa menyesal. Ini (tato) bikinnya sekitar umur 17-an,” katanya.

Kebanyakan para pasien membuat tato mereka karena coba-coba dan merasa keren. Rata-rata mereka membuatnya pada usia enam belas tahun hingga dua puluhan tahun. Kegiatan penghapusan tato yang dilakukan oleh I Care Kaltim dapat membantu masyarakat yang ingin menghapus rajah di tubuh mereka.

 

Penulis: Mangir Titiantoro
Editor: Awan

Berita Lainnya