Kutai Timur

Irwan SMP Negeri 1 Sangkulirang DPR RI Isran Noor 

Sekolah Tempat Belajar Gubernur Isran dan Irwan Hancur Tertimpa Pohon Ara



Ruang kelas SMP 1 Sangkulirang yang tertimpa pohon
Ruang kelas SMP 1 Sangkulirang yang tertimpa pohon

SELASAR.CO, Sangkulirang – SMP Negeri 1 Sangkulirang di Jalan Imam Bonjol, Benua Baru Ulu, Kecamatan Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur, disebut-sebut sebagai sekolah tertua di daerah hasil pemekaran tahun 1999 bersama dengan Bontang dan Kutai Barat.

Sekolah yang berdiri sejak tahun 1968 ini, telah melahirkan tokoh-tokoh daerah hingga nasional yang memegang peranan penting di negeri ini. Dari kepala desa, camat, kepala dinas, pengusaha sukses, profesor, anggota DPR RI hingga gubernur.

Menurut keterangan Jusransyah, selaku kepala sekolah sekaligus alumni SMP Negeri 1 Sangkulirang, awalnya SMP ini milik Yayasan Pendidikan Sangkulirang (YPS) yang didirikan oleh HM Rusli Masroen (pemilik Mesra Internasional Hotel Samarinda dan beberapa yayasan pendidikan). Ia saat itu ditunjuk sebagai asisten wedana (camat) pada tahun 1967 hingga 1971. Dengan kepala sekolah pertama Sri Ana yang merupakan istri HM Rusli.

Lalu 11 tahun berselang, tepatnya pada 1979, sekolah yang kini memiliki 330 murid itu statusnya berubah menjadi negeri. Di bawah Kepala Daerah Tingkat II Kabupaten Kutai yang saat itu dipimpin oleh Drs H Achmad Dahlan.

“Alumni kami ada yang jadi Gubernur Kaltim, Isran Noor, yang saat itu status sekolah masih di bawah YPS. Ada yang jadi profesor, Juraemi (Ketua Stiper Sangatta). Ada juga yang jadi anggota DPR RI H Irwan,” jelas Jusransyah.

“Kami berharap lebih diperhatikan karena SMP 1 ini yang tertua di Kutim. Sangatta itu masih di bawah, apalagi Bengalon,” harap lulusan tahun 1981 itu. Dengan usia sekolah lebih dari setengah abad itu, hingga kini baru dilakukan pembangunan dan rehab-rehab kecil saja.

BANGUNAN TUA TERTIMPA POHON

Salah satu pembangunan gedung di SMP 1 pada tahun 1995, saat itu masih di bawah Kabupaten Kutai, berupa 4 ruang kelas. Serta pada tahun 1998, mendapatkan bantuan dari Asian Development Bank (ADB) berupa laboratorium.

Bangunan yang berusia 25 tahun itu kondisinya sudah membahayakan siswa. Ditambah lagi di balik bangunan, tumbuh pohon ara (beringin) dengan ukuran besar, yang menghalangi cahaya matahari masuk ke kelas.

Atas inisiatif pihak sekolah, pohon beringin yang diyakini memiliki penunggu itu pada Kamis (20/02/2020) sekira pukul 17.00 Wita ditebang. Terlebih dahulu dahannya dipangkas, lantaran dekat dengan ruang kelas.

“Memang pohon itu mau ditebang karena miring ke sekolah. Jadi saya carikan penebang pohon, tapi waktu ditebang tidak bisa dikendalikan, jadi roboh ke ruang kelas. Memang sebelumnya saya pindahkan dulu anak-anak (kelas VIII A dan B),” jelas Jusransyah.

Kini bangunan kelas tak dapat lagi ditempati. Alhasil sebanyak 60 siswa harus dipindahkan. “Hari ini (Jumat, 21 Februari 2020) proses belajar mengajar tetap normal, karena ada satu kelas yang bagus dan satu kelas lagi belajar di ruang media,” tambahnya.

IRWAN PASTIKAN BANGUNAN BARU TAHUN INI

Berdasarkan data dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI (http://sekolah.data.kemdikbud.go.id/), dari 15 ruang kelas di SMP 1 Sangkulirang, sejak tahun ajaran 2017/2018, 11 ruang kelas dinyatakan rusak ringan dan 4 rusak berat. Ditambah satu-satunya laboratorium di sekolah itu rusak parah.

“Kami pihak sekolah sejak dulu mengusulkan untuk ditingkat, harus sudah dipugar, sudah sering direhab tapi tidak kuat. Kemaren usulan itu kami sampaikan lagi waktu Musrenbangcam. Kami juga dapat kabar gembira, karena salah satu alumni kami di DPR RI (Irwan), informasinya mau datang bersama kementerian, langsung lihat sekolah kita,” jelas Jusran.

Sementara, anggota DPR RI dapil Kaltim, Irwan, menegaskan dirinya siap turun tangan. Menurutnya, sebagai sekolah bersejarah, seharusnya sejak beberapa tahun lalu direhab atau dibangun baru sesuai permintaan para guru SMPN 1 Sangkulirang yang sudah diajukan berkali-kali.

“Awal tahun saya sudah berinisiatif mengusulkan rehab bangunan baru kepada Menteri PUPR cq Dirjen Cipta Karya. Barusan saya menghubungi Pak Menteri dan Pak Dirjen terkait peristiwa hari ini. Alhamdulillah beliau langsung memerintahkan Kepala BPPW (Balai Prasarana Permukiman Wilayah) Kaltim untuk mengecek ke Sangkulirang hari ini (21/2/2020). Insya Allah tahun ini kita akan bangun bangunan baru SMPN  1 Sangkulirang. Mudahan bisa single year, mumpung masih awal tahun,” terang Irwan.

Penulis: Gunawan
Editor: Awan

Berita Lainnya