Kutai Timur

karhutla Musim Kemarau karhutla kutim masyarakat peduli api BPBD Kutim 

Cegah Karhutla saat Musim Kemarau, Pemkab Kutim Lakukan Langkah Preventif



Ilustrasi
Ilustrasi

SELASAR.CO, Kutai Timur -  Sebagai bukti keseriusan dalam menghadapi musim kemarau yang diprediksi akan dimulai pada bulan Agustus mendatang, yang rentan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Kelinjau menggelar pelatihan pencegahan karhutla kepada masyarakat peduli api (MPA) yang rencananya akan dilaksanakan selama tiga hari kedepan.

Saat membuka acara pelatihan pencegahan dan penaggulangan kebakaran hutan dan lahan yang di ikuti kurang lebih 60 peserta, Plt Bupati Kutai Timur (Kutim) Kasmidi Bulang mengatakan berdasarkan data yang disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bahwa prediksi puncak musim kemarau pada tahun 2020 ini jatuh pada bulan Agustus ini. Sehingga tidak menutup kemungkinan karhutla akan banyak terjadi di Kutim.

Untuk menghadapi itu, menurut Kasmidi Bulang perlu ada upaya maupun langkah-langkah kongkrit dalam mewaspadai kemungkinan terjadinya karhutla.

“Jangan sampai sudah terbakar baru kita sibuk menanganinya. Jadi kita harus melakukan langkah preventif agar karhutla tidak terjadi”, kata Kasmidi Bulang.

Selain itu, menurutnya penaganan karhutla harus dilakukan secara terpadu, baik instansi, maupun masyarakat. Karena dampak karhutla tak hanya merusak alam, melainkan juga mampu melumpuhkan perekonomian nasional, dengan adanya kabut asap.

“Sehingga berbagai upaya pengendalian karhutla dipandang perlu harus ditingkatkan. Baik dari instansi terkait maupun unit-unit manajemen dipandang perlu untuk meningkatkan kemampuan secara proporsional, dalam tanggap dan sigap menghadapi karhutla secara terpadu maupun menyeluruh”, jelasnya.

Sementara itu, Kepala KPHP, Kelinjau Shahar Al Haqq mengaku, bahwa dalam pelatihan kali ini KPHP juga mengandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutim dengan mengadakan berbagai macam pelatihan teknis pengelolaan karhutla.

Baik berupa pelatihan mencakup teori dasar pencegahan dan pengendalian kebakaran, teknik dan strategi penanganan karhutla, hingga praktek simulasi kebakaran.

“Jadi kita hanya memberikan stibulus juga, Untuk membantu dari BPBD juga apa yang kurang”, tutupnya.

Penulis: Bonar
Editor: Faidil Adha

Berita Lainnya