Utama

Wisuda Universitas Mulawarman Wisuda Ummul Rektor Ummul Rektor Universitas Mulawarman Rektor Ummul positif Corona 

Begini Kelanjutan Wisuda Unmul Setelah Rektor Dinyatakan Positif Corona



Proses Wisuda Universitas Mulawarman. Sumber/Prokal.co
Proses Wisuda Universitas Mulawarman. Sumber/Prokal.co

SELASAR.CO, Samarinda - Rektor Universitas Mulawarman (Unmul) dinyatakan positif virus Corona (Covid-19) berdasarkan hasil swab test di laboratorium mikrobiologi Unmul. Hal ini dikonfirmasi oleh pihak Rektorat melalui press release yang disampaikan kepada awak media. 

"Bersama ini menyampaikan dan mengkonfirmasi informasi yang beredar bahwa Rektor Universitas Mulawarman Bapak Prof Dr H Masjaya MSi, berdasarkan hasil swab test di laboratorium mikrobiologi Unmul tanggal 17 September 2020 dinyatakan terkonfirmasi Covid-19," tulis surat yang ditandatangi Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Humas Selaku Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Unmul, Bohari Yusuf. 

Mengingat kondisi tersebut, rektor salah satu universitas terbesar di Kalimantan ini telah menjalani isolasi mandiri, dan tetap beraktivitas dengan work from home (WFH). 

Untuk diketahui, Universitas Mulawarman dijadwalkan melakukan proses wisuda pada September ini. Lalu, bagaimana kelanjutan proses wisuda tersebut setelah rektor harus melaksanakan isolasi mandiri? Dijelaskan Wakil Rektor Bidang Akademik Unmul, Mustofa Agung Sardjono, pihaknya telah melakukan komunikasi dengan rektor. Rektor pun menginginkan proses wisuda tetap berlanjut. 

"Setelah berkonsultasi dengan Rektor, beliau berharap wisuda (semi luring-daring) tetap berjalan, dengan peningkatan protokol Covid-19 dari yang sudah dipersiapkan sebelumnya," ujar Mustofa kepada SELASAR.

Terdapat beberapa teknis pelaksanaan wisuda yang akan disesuaikan tahun ini. Pertama jumlah orang yang ada di dalam ruang wisuda terbatas, dengan asumsi maksimal 50 orang. Kemudian orang yang ada di dalam ruangan wisuda wajib menggunakan APD seperti masker, sarung tangan, dan face-shield.

"Ruangan dibuka dan jaga jarak, acara juga diperpendek," terang Mustofa. 

Selain itu sebagai wakil wisudawan atau wisudawati yang dapat hadir langsung hanya dipilih yang terbaik, sekitar maksimal 17 orang wisudawan atau wisudawati saja. 

"Hari ini dilakukan rapid test dulu, yang hasilnya reaktif tidak diperkenankan ikut," ungkapnya.

Rektor pun tidak akan hadir dalam proses wisuda. Wakil Rektor I yang akan menggantikan tugas rektor dalam kegiatan wisuda nantinya. 

"Rektor tidak hadir, nanti diwakili. Insyallah saya yang diminta menjalankan tugas Rektor dalam kegiatan wisuda tersebut," pungkas Mustofa.

Penulis: Yoghy Irfan
Editor: Awan

Berita Lainnya