Kutai Kartanegara

Disperindag Kukar Diskominfo Kukar IKM PIRT Produk Industri Rumah Tangga 

Disperindag Kukar Fasilitasi 10 Pelaku Usaha IKM untuk Dapatkan Sertifikasi PIRT Secara Gratis



Kepala Bidang Perindustrian Diseperindag Kukar, Sarimin
Kepala Bidang Perindustrian Diseperindag Kukar, Sarimin

SELASAR.CO,Kutai Kartanegara - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Kartanegara (Kukar) fasilitasi pengurusan izin Produk Industri Rumah Tangga (PIRT). Kepala Bidang Perindustrian Diseperindag Kukar Sarimin mengatakan program ini untuk penguatan kelembagaan industri, dimana salah satunya mempasilitasi perizinan terkait industri olahan pangan hasil dari pertanian.

"Jadi disitu kita berikan pasilitas untuk perizinan PIRT nya," kata Sarimin.

Sarimin mengaku pihaknya sudah memfasilitasi pelaku usaha Industri Kecil menengah (IKM) yang sudah mengikuti pelatihan dan telah memiliki sertifikat Penyuluhan Keamanan Pangan (PKP). Jadi syarat untuk mendapatkan PIRT itu pelaku usaha IKM harus mengikuti pelatihan PKP dulu.

"Itu sudah kita laksanakan, kemudian setelah PKP baru mereka mengajukan ke perizinan, perizinan nanti melangsir ke Dinas Kesehatan, Dinas kesehatan turun sama kita di lapangan untuk mem BAP, kemudian di langsir kembali ke perizinan untuk keluar PIRT nya," katanya.

Sarimin mengaku sementara ini pihaknya sudah mempasilitasi 10 pelaku usaha IKM yang memproduksi olahan pangan dari hasil pertanian tersebut. Sarimin menjelaskan sertifikat PIRT wajib dimiliki oleh pelaku usaha IKM yang memproduksi industri olahan pangan, hal itu bertujuan untuk melegalitaskan usaha yang dimiliki oleh pelaku usaha industri olahan pangan.

"Jadi kalau mereka yang sudah mendapatkan sertifikasi PIRT dari Dinas Kesehatan melalui perizinan, itu produk tersebut sudah mendapatkan layak konsumsi dan kesehatannya terjamin," jelasnya.

Sarimin berharap pelaku usaha industri olahan pangan yang ada di Kukar nantinya bisa lebih maju dan bisa lebih berkembang lagi, dengan meningkatkan kreativitas dan berkreasi dengan inovasi-inovasi baru.

"Kalau bisa para IKM ini lebih terfokus yang disebut dengan pemusatan, kita ingin begitu. Salah satu contoh nanti ada di Kota Bangun. Di Kota Bangun itu ada IKM kerupuk, kita ingin di Kota Bangun itu menjadi salah satu kawasan industri kerupuk, nanti kedepan kita akan buatkan," tutupnya.

Penulis: Juliansyah
Editor: Awan

Berita Lainnya