Utama

karang-mumus bocah laki laki hanyut di sungai karang mumus anak tenggelam di samarinda sambutan orang tenggelam 

Bermain di Jembatan Jamban, Bocah Laki-laki Hanyut di Sungai Karang Mumus



Proses pencarian Aldifin Syahreza.
Proses pencarian Aldifin Syahreza.

SELASAR.CO, Samarinda - Seorang bocah laki-laki bernama Aldifin Syahreza (13) dikabarkan hanyut di aliran Sungai Karang Mumus di kawasan Jalan Kerukunan, Kelurahan Sempaja Selatan, Kecamatan Samarinda Utara pada Minggu (10/1/2021) hari ini, pukul 13.00 Wita.

Evi Purnamasari (16), keluarga korban mengatakan, pada saat kejadian korban sedang mandi di jembatan jamban samping rumah bersama 2 sepupunya yang bernama Risky dan Maisyah, juga adik kandungnya bernama Faira dan tetangga korban bernama Kila. Evi yang sedang berada di dalam rumah dikejutkan laporan Faira bahwa kakaknya telah tercebur ke dalam sungai. Evi yang kaget langsung mendatangi tempat kejadian dan melaporkan kepada tetangga sekitar untuk meminta pertolongan.

“Korban adalah sepupu saya yang tinggal di Sambutan, memang biasa ke sini. Pada saat saya dikasih tahu sama adiknya bahwa Difin telah hanyut tenggelam, saya langsung lari ke jembatan jamban karena saya tahu dia tidak bisa berenang. Saat tiba di lokasi, saya melihat korban sudah hanyut terbawa arus air,” ujar Evi.

Evi juga menjelaskan, pada saat kejadian arus air aliran Sungai Karang Mumus sangat deras. Dirinya sempat melihat korban terakhir kali dalam posisi hanyut terbawa arus air menjauh sekitar 30 meter dari lokasi kejadian.


Seorang tetangga yang mendapat laporan dari Evi, sempat berusaha menyelamatkan korban dengan terjun ke sungai. Namun hasinya nihil. Diduga korban yang berstatus pelajar kelas 1 SMP itu telah hanyut jauh terbawa oleh arus air.

Ketika dimintai keterangan, 3 keluarga beserta 1 tetangga korban yang menjadi saksi mata menyebutkan, saat kejadian, korban sedang mandi dan bermain bersama di sebuah jembatan jamban samping rumah dan meminta untuk diajari berenang oleh Kila. Namun, pada saat  terjun ke sungai untuk berenang, diketahui korban yang dipegangi oleh Kila terlepas dan hanyut terbawa arus air. Melihat korban hanyut tenggelam, keluarga beserta tetangga korban langsung melaporkan kejadian tersebut kepada keluarga di rumah.

Koordinator Unit Siaga SAR Samarinda, Riqi Effendi menuturkan, telah diterima laporan seorang anak tenggelam dan hanyut di aliran Sungai Karang Mumus. Saat ini tim SAR gabungan masih melakukan penyisiran di aliran sungai tempat kejadian korban hanyut tenggelam. Alat yang diturunkan dalam pencarian di antaranya rescue truck personel, rescue dmax, rubber boat, alkom, dan peralatan lengkap SAR air.

“Pada saat ini kita melakukan pencarian dengan menyisir aliran sungai. Arus deras kita mengalami kesulitan melakukan penyelaman untuk mencari korban. Dalam pencarian kita juga dibantu oleh unit BPBD serta masyarakat sekitar yang terus berkoordinasi ke kita,” tuturnya.

Penulis: Bekti
Editor: Awan

Berita Lainnya