Kutai Kartanegara

Regulator Oksigen PT Maju Kalimantan Hadapan PT MKH Prokom Kukar Penanganan Covid-19 

PT MKH Beri Bantuan 50 Unit Regulator Oksigen kepada Pemkab Kukar



PT MKH Beri Bantuan 50 Unit Regulator Oksigen kepada Pemkab Kukar
Melalui video conference, Bupati Kutai Kartanegara, Edi Damansyah, menyampaikan, Kondisi Kukar saat ini mengalami kesulitan, lantaran sarana prasarana alat kesehatan untuk penanganan Covid-19 sudah tidak mendukung lagi.

SELASAR.CO, Tenggarong – Meningkatnya kasus Covid-19 membuat regulator oksigen menjadi langka dan susah didapatkan. Di tengah kelangkaan tersebut, Pemerintah Kutai Kartanegara (Kukar) mendapat bantuan sebanyak 50 unit regulator oksigen dari PT Maju Kalimantan Hadapan (MKH).

Melalui video conference, Bupati Kutai Kartanegara, Edi Damansyah, menyampaikan, Kondisi Kukar saat ini mengalami kesulitan, lantaran sarana prasarana alat kesehatan untuk penanganan Covid-19 sudah tidak mendukung lagi. Tentunya, bantuan regulator oksigen ini sangat dibutuhkan.

"Saya secara pribadi, sekaligus mewakili Pemkab Kukar dan masyarakat, menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang tak terhingga. Karena pada situasi saat ini kami sangat terbantu," sebut Edi.

Ia juga mengimbau kepada seluruh dunia usaha dan para investor yang ada di Kukar, baik di sektor kelapa sawit, batu bara, minyak dan gas serta serta sektor kehutanan dalam arti luas untuk bersama-sama berkolaborasi dalam penanganan Covid-19.

"PT MKH ini adalah salah satu dari 34 perusahaan perkebunan kelapa sawit yang ada di kabupaten Kukar," jelas Edi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kukar, Martina Yulianti, mengatakan, saat ini memang telah terjadi krisis ketersediaan peralatan kesehatan untuk penanganan Covid-19. Salah satunya regulator oksigen, yang merupakan peralatan vital dan sangat penting. Selain itu, ada beberapa alat kesehatan lagi yang sangat dibutuhkan, seperti oksigen konsentrator, dan pulse oximeter.

"Kami bersyukur karena karena regulator ini akan menjadi penyambung antara tabung dengan pasien. Barangnya sangat langka, sulit sekali didapat di Indonesia saat ini," terang Martina.

Ia pun menjelaskan, kelangkaan regulator oksigen ini mengakibatkan harganya menjadi tidak wajar. Ia pun khawatir, jika alat itu dibeli dengan menggunakan anggaran Pemkab Kukar akan menimbulkan permasalahan di kemudian hari jika ada pemeriksaan.

"Saat kondisi seperti inilah kami sangat mengharapkan kolaborasi dan bantuan dunia usaha untuk membantu hal-hal tersebut," ujarnya.

Direktur Perkebunan PT MKH, Dato' Andy Lee Khee Meng, semoga alat bantuan yang diserahkan bisa bermanfaat dan memberikan kenyamanan serta keamanan bagi pasien Covid-19 yang ada di RSUD Aji Muhammad Parikesit.

"Kami juga paham, bahwa terdapat kekurangan di dalam alat kesehatan yang diperlukan. Untuk sementara waktu kami juga akan membantu di sini," ujar Dato' Andy.

Ia pun berharap agar semua pihak tetap bersinergi mendukung pemerintah daerah dalam memberantas dan memutuskan penyebaran mata rantai Covid-19.

"Semoga pandemi Covid-19 ini segera berlalu," tutup Dato' Andy.

Penulis: Juliansyah
Editor: Awan

Berita Lainnya