Politik

Jubir Istana Juru Bicara Istana Wasekjen Demokrat Pidato Ketua MPR  Bambang Soesatyo LaNyala Matalitti  Pidato Kenegaraan Presiden Irwan 

Wasekjen Demokrat Sebut Pidato Ketua MPR dan DPD Mirip Jubir Istana



Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Irwan.
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Irwan.

SELASAR.CO, Jakarta - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Irwan, kecewa mendengar pidato Ketua MPR RI Bambang Soesatyo dan Ketua DPD RI LaNyala Matalitti pada Sidang Tahunan MPR bersama DPR-DPD dan Pidato Kenegaraan Presiden dalam rangka penyampaian RUU tentang APBN 2022 pada Senin (16/8/2021).

Menurut Irwan, pidato keduanya menjadikan lembaga negara yakni MPR, DPR, dan DPD mirip juru bicara Istana dibanding juru bicara rakyat.

"Ketua MPR RI dan Ketua DPD RI tidak berani jujur menyampaikan kondisi riil rakyat Indonesia saat ini di depan Presiden," kata Irwan dalam keterangan pers tertulis.

Menurut Anggota Komisi V DPR RI ini, sebagai bangsa yang besar semestinya pimpinan lembaga negara mengungkapkan kejujuran atas ketidaksiapan dan kegagalan pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19, yang dampaknya terjadi di berbagai sektor.

"Bukan hanya krisis kesehatan, krisis ekonomi, tapi juga krisis kemanusiaan," jelasnya.

Irwan juga mempertanyakan soal langkah Ketua MPR dan DPD yang menyinggung soal amandemen UUD 45. Langkah tersebut dinilai kurang tepat di tengah situasi seperti saat ini.

Menurut politisi asal Kaltim ini, pembahasan amandemen  konstitusi di tengah pandemi bukan yang diinginkan rakyat. Menurutnya, saat ini rakyat butuh makan, butuh vaksin dan butuh pekerjaan.

"Jangan ada upaya menguatkan kekuasaan di tengah kesengsaraan rakyat akibat pandemi justru semua harus fokus pada upaya kesejahteraan rakyat," pungkasnya.

Penulis: Faidil Adha
Editor: Awan

Berita Lainnya