Kutai Timur

Semenisasi Jalan sangatta utara Jalan rusak Jalan Rusak di Kutim 

Bupati Sebut Ada “Orang Kuat” yang Tidak Ingin Ada Semenisasi Jalan di Sangatta Utara



Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman dan Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman dan Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang.

SELASAR.CO, Sangatta - Pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur, nampaknya dinilai belum efektif karena belum sepenuhnya bisa mengakomodir seluruh usulan masyarakat. Salah satu indikasinya yakni usulan pembangunan di Desa Sangatta Utara yang sampai kini belum ada yang terealisasi. Padahal rencana kebutuhan masyarakat tersebut sudah diusulkan setiap tahun saat Musrenbang.

Disampaikan oleh Kepala Desa Sangatta Utara Mulyanti mengatakan sejak musrembang 5 tahun yang lalu, usulan yang diajukan pihaknya hingga kini belum ada yang terealisasi. Hal ini pun secara tegas ia sampaikan langsung dihadapan Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang, dan Ketua DPRD Kutim Joni

“Sudah lima tahun kami melaksanakan Musrembangdes, alhamdulillah usulan kami tidak ada yang terealisasi. Ibarat minum obat, kami ini keracunan pak, karena kada luarsa,” ucap Mulyanti saat berlangsungnya Musrembangcam Sangatta Utara yang berlangsung di Gedung BPU Sangatta Utara, Selasa (08/3/2022).

Mendengarkan hal tersebut, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman langsung meminta Kades Sangatta Utara untuk menyampaikan salah satu contoh usulan yang belum pernah dilaksanakan. “Contoh satu saja yang belum sampai saat ini apa,” tanya Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman.

Menjawab pertanyaan Bupati Kutim tersebut, Kepala Desa Sangatta Utara kemudian mengatakan jika seluruh usulan yang disampaikan tidak ada yang terakomodir. “Hampir semua pak, contohnya di jalan H Masdar untuk kegiatan semenisasi,” jawab Mulyanti.

Mendengar hal itu Ardiansyah kemudian menjawab bahwa semenisasi dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kutim sebenarnya akan dilakukan. Namun gagal karena terhalang seorang oknum yang tidak menginginkan adanya semenisasi.

“Informasi dari PU pekerjaan mau dilakukan, tapi ada orang kuat disana yang tidak mau,” ucap Ardiansyah Sulaiman.

Meski begitu Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyebut jika hal tersebut tidak akan menjadi masalah. “Tidak apa-apa itu hanya salah satu, makanya tadi saya minta camat sampaikan tahun ini ada berapa kegiatan. Biar nanti kita bisa melihat yang belum dilaksanakan yang mana, sehingga bisa diusulkan kembali,” tuturnya.

Penulis: Bonar
Editor: Yoghy Irfan

Berita Lainnya