Kutai Timur

DLH Kutim Air Bercampur Lumpur  sumber air bersih sumber air Sungai Sangatta Banjir di Kutai Timur Banjir di Kutim Banjir di Sangatta 

Cari Sumber Dugaan Pencemaran, DLH Kutim Lanjutkan Pengambilan Sampel Di Lahan Milik Warga



PPLHD DLH Kutim mengambil sampel air.
PPLHD DLH Kutim mengambil sampel air.

SELASAR. CO, Sangatta - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) pada, Selasa (29/3/2022), kembali melakukan pengambilan sampel air di lahan milik warga. Pengambilan sampel ini terkait dugaan pencemaran di wilayah pedayak RT 7, Desa Sepaso Selatan, Kecamatan Bengalon.

Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup Daerah (PPLHD) DLH Kutim, Dewi yang terjun langsung ke lokasi bersama dengan timnya mengatakan, sampel yang diambil di hari kedua ini adalah sampel air yang berada di sawah milik masyarakat yang luasnya mencapai kurang lebih sekitar kurang lebih 15 hektar.

“Untuk hari ini DLH Kutim kembali merespon laporan dari masyarakat. Terkait dugaan pencemaran di wilayah Pedayak RT 7 Desa Sepaso Selatan, Kecamatan Bengalon,” kata Dewi kepada media ini

Dijelaskannya sehari sebelumnya, pihaknya juga sudah mengambil sampel di tiga titik di wilayah perusahaan baik, di perusahaan pertambangan batu bara maupun di perusahaan perkebunan. “Sementara untuk di wilayah lahan masyarakat kita mengambil satu titik pengambilan sampel air, air keluaran dari SP Kelayang,” jelasnya.

Selain mengambil sampel air, Dewi dan timnya juga melakukan penelusuran alur saluran air menggunakan drone. “Tadi kita coba telusuri ternyata, muara dari saluran penghantar air limbah dari outlet kelayang itu muaranya di sawah milik warga, kemudian nanti kita juga identifikasi kepemilikan sawah tersebut,” bebernya

Sementara terkait hasil, Dewi mengungkapkan jika pihaknya belum bisa memberikan kesimpulan, karena harus menunggu hasil uji laboratorium. “Harus menunggu hasil uji laboratorium. Kalau kekeruhan airnya di lahan warga, tidak seperti kekeruhan yang bersumber dari Rangko kemarin. Jadi ada sedikit perbedaan,” tutupnya.

Penulis: Bonar
Editor: Awan

Berita Lainnya