Ekobis

Perikanan Kaltim Ekspor Kaltim Kaltim samarinda DKP Kaltim  Udang Windu Komoditas Udang Windu  Komoditas Kepiting 

Kepiting hingga Udang Windu Jadi Komoditas Utama Ekspor Kaltim di Sektor Perikanan



Kepala DKP Kaltim, Irham Hukmaidy.
Kepala DKP Kaltim, Irham Hukmaidy.

SELASAR.CO, Samarinda - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) melaporkan kinerja pembangunan kelautan dan perikanan tahun 2022. Meski terdampak pandemi Covid-19, DKP Kaltim berhasil mencapai sebagian besar target yang ditetapkan.

Kepala DKP Kaltim, Irham Hukmaidy, mengatakan bahwa produksi perikanan untuk ikan budidaya tahun 2022 mencapai 162.115 ton dari target 164.441 ton. Sedangkan untuk ikan tangkapan, produksi tahun 2022 mencapai 177.514 ton dari target 162.593 ton.

“Memang pada tahun 2022 kemarin untuk sektor perikanan budidaya kami belum bisa mencapai target yang kita inginkan karena memang perubahan dari mata pencaharian mereka. Tapi bukan berarti teman-teman budidaya tidak bisa mendongkrak nilai budidayanya, tapi memang karena daya beli masyarakat saat Covid-19 itu turun. Sehingga berpengaruh dalam produksi perikanan,” ujar Irham dalam keterangan tertulisnya, Jumat (8/9/2023).

Irham menambahkan bahwa nilai ekspor hasil perikanan Kaltim tahun 2022 mencapai 37.402.441 USD dari target 36.066.030 USD. Nilai ekspor tersebut meningkat sebesar 3,7% dibandingkan tahun 2021 yang sebesar 36.066.030 USD.

Nilai produk perikanan Kaltim untuk pasar domestik Indonesia didominasi oleh komoditi kepiting, udang, ikan teri kering dan rumput laut kering. Pada tahun 2022, nilai produk perikanan tersebut mencapai Rp. 389,53 miliar.

Sementara itu, nilai produk perikanan Kaltim untuk pasar ekspor didominasi oleh komoditi kepiting, ikan kerapu, udang windu, udang pink dan udang putih. Pada tahun 2022, nilai produk perikanan tersebut mencapai Rp. 510,90 miliar.

Irham menyebutkan bahwa ada 15 negara tujuan ekspor produk perikanan Kaltim yaitu China, Hongkong, Jepang, Malaysia, Singapura, Taiwan, Inggris, Amerika Serikat, Korea Selatan, Philipina, India, UEA, Thailand, Swiss, dan Vietnam.

“Kami sangat bersyukur bahwa produk perikanan Kaltim masih diminati oleh pasar internasional. Ini menunjukkan bahwa kualitas produk perikanan kita baik dan sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh negara tujuan,” kata Irham.

Irham juga mengungkapkan beberapa permasalahan dan peluang yang dihadapi oleh DKP Kaltim dalam pengembangan kelautan dan perikanan.

“Kami sedikit mengalami permasalahan dengan pengawasan yang ada di laut. Seperti diketahui panjang garis pantai Kaltim yang mencapai 3.893,15 km, dengan kewenangan yang cukup besar dibebankan kepada pemerintah provinsi dan kurang lebih 20 personel yang kami punya, itu sangat sulit untuk melakukan pengawasan terkait illegal fishing dan destruktif fishing. Sehingga kami coba menginisiasi kerja sama dengan kabupaten/kota dan teman-teman satker dari KKP. Jadi artinya mereka bisa membantu melakukan pengawasan, namun penindakan tetap berada di kami,” jelas Irham.

Irham juga menyampaikan beberapa peluang investasi bidang kelautan dan perikanan yang bisa dimanfaatkan oleh para investor.

“Beberapa peluang investasi yang kami tawarkan antara lain adalah pembangunan industri hasil perikanan seperti pabrik produk turunan ikan dan rumput laut; penyediaan kapal perikanan tangkap dengan kapasitas lebih dari 30-60 GT dan lebih dari 60-200 GT yang mampu menangkap ikan di laut lepas, zona ekonomi ekslusif, laut Arapura dan samudera Hindia; peningkatan ekspor hasil perikanan terutama ikan tuna langsung ke negara tujuan seperti Jepang, Taiwan, China dan Amerika; dan pembangunan sarana pelabuhan perikanan samudera, nusantara dan pantai,” papar Irham.

Irham juga mengajak para investor untuk berinvestasi di bidang pengembangan wisata bahari seperti gugus kepulauan Derawan yang memiliki potensi wisata bahari yang luar biasa.

“Potensi hasil laut dan perikanan Indonesia mencapai 3.000 triliun per tahun, akan tetapi yang telah atau baru dimanfaatkan hanya 225 triliun atau sebesar 7,5%. Ini menunjukkan bahwa masih banyak peluang yang bisa digali dari sektor kelautan dan perikanan. Kami berharap dengan adanya investasi dari pihak swasta maupun pemerintah pusat, kita bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kaltim khususnya yang bergerak di bidang kelautan dan perikanan,” tutup Irham. (adv/diskominfo/yog/wan)

 

Penulis: Yoghy Irfan
Editor: Awan

Berita Lainnya