Ragam

HPI PPU Himpunan Pramuwisata Indonesia  Wisata di Titik Nol IKN Titik Nol IKN Ibu Kota Nusantara Dispar Kaltim 

HPI PPU Rekomendasikan Beberapa Wisata di Sekitar Titik Nol IKN



SELASAR.CO, Nusantara - Titik Nol Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara memang memiliki daya tarik tersendiri. Sehingga ratusan bahkan jutaan orang sudah pernah datang kesana hanya untuk berswafoto. Dimana menjadi simbol sebagai titik tengah Indonesia itu, berada di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Dari jumlah kunjungan yang tak terhitung tersebut, Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kabupaten PPU, Agung Khisbullah melihat ada potensi untuk bisa menarik pengunjung yang awalnya tujuan ke titik nol bisa masuk ke objek wisata di sekitarnya.

“Nah dari titik nol itu kita sebenarnya bisa menarik orang untuk datang ke wisata lainnya di sekitar IKN, jadi tidak ke titik nol saja,” kata Agung Khisbullah, Senin (20/11/2023).

Menurutnya dari tujuan ke titik nol, masyarakat yang datang dari luar Kabupaten PPU harus mampu diajak ke wisata lainnya di Kecamatan Sepaku. Ini tidak hanya menjadi peluang usaha, melainkan pula untuk lebih memperkenalkan wisata alam yang sebelumnya terawat.

Dengan perlahan Agung Khisbullah menjelaskan, bagi pecinta wisata gunung. Disekitar IKN Nusantara terdapat gunung dengan sebutan Gunung Parong atau Parung. Gunung tersebut menawarkan pemandangan hutan dari atas serta sebagian kawasan teluk Balikpapan.

“Kalau gunung itu, kita bisa ke Gunung Parong, walaupun jalanya itu tidak aspal karena ikut jalur logging PT ITCI Hutani Manunggal. Tapi tetap namanya gunung tidak mudah sampai puncak, tapi kalau sudah sampai puncak tidak akan kecewa pemandangannya,” tuturnya.

Kemudian bagi masyarakat yang ingin menikmati alamnya melalui air terjun, cukup tersedia wisata air terjun tembinus. Lokasinya masih masuk dalam PT ITCI Hutani Manunggal. Obyek wisata ini menyajikan panorama air terjun yang memiliki ketinggian sekitar 25-30 meter.

“Air terjunnya cukup deras, terus kadang tidak langsung jatuh ke bawa, tersangkut dulu ke tebing-tebing berlapis-lapis. Nah pemandangan ini tentu menjadi sebuah daya tarik keindahan yang bisa memanjakan mata,” ujarnya.


“Kalau mau wisata air ada lagi nanti di Goa Tapak Raja, wahana airnya. Kalau untuk wisata goa sudah pasti pilihan utamanya ke Goa Tapak Raja di Desa Wonosari sana,” tambahnya.

Selain itu ada pula menurutnya, wisata yang bernilai edukasi terletak di Kelurahan Mentawir, yakni ekowisata mangrove yang diperkirakan luasnya sekitar 500 hektar. Disana masyarakat tidak hanya bisa melihat hutan mangrove, namun juga akan dikenalkan dengan hasil olahan mangrove mulai dari sirup, bedak, dodol dan lainnya.

“Ada juga untuk wisata edukasi, kenapa saya bilang edukasi karena di mangrove kelurahan mentawir itu tidak hanya bisa lihat pohonnya, tapi kita di sana itu akan mendapatkan pelajaran merawat mangrove dan bisa produk turunannya,” pungkasnya.

Penulis: Redaksi Selasar
Editor: Awan

Berita Lainnya