Kutai Timur
Prokompi Kutim 
MUI Kutim dan Pemkab Kutim Bersinergi Cegah Pelecehan Seksual

SELASAR.CO, Sangatta – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menggelar seminar bertajuk "Kesadaran Kritis Terhadap Tindak Pelecehan Seksual" di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Senin (21/10/2024). Seminar ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya peran keluarga, dalam mencegah kasus pelecehan seksual.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kutim, Idham Choliq, menekankan pentingnya peran keluarga sebagai benteng utama dalam melindungi anak dari ancaman kekerasan seksual.
“Keluarga adalah fondasi utama dalam menjaga anak-anak kita dari berbagai ancaman, termasuk pelecehan seksual. Ketahanan keluarga harus diperkuat dengan edukasi yang memadai," ucap Idham.
Sekretaris MUI Kutim, Faelasuf, menyampaikan komitmen MUI untuk bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk psikolog dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), dalam upaya perlindungan anak. Ia berharap seminar ini menjadi awal terciptanya Memorandum of Understanding (MoU) antara MUI dan Pemerintah Kabupaten Kutim dalam perlindungan perempuan dan anak.
Berita Terkait
Dua psikolog, Debi Triani dan Fufahana, hadir sebagai narasumber dalam seminar ini. Mereka membahas pentingnya kesadaran kritis dalam menghadapi pelecehan seksual dan memberikan panduan praktis penanganan kasus. Debi Triani menekankan pentingnya dukungan lingkungan bagi korban untuk pulih dari trauma.
"Penyembuhan trauma pada korban pelecehan seksual membutuhkan waktu, namun dukungan lingkungan akan sangat membantu," jelasnya.
Ketua Panitia, Istiqomah, menyampaikan bahwa seminar ini bertujuan untuk memberikan pemahaman hukum terkait pelecehan seksual dan upaya pencegahannya. Seminar ini dihadiri sekitar 150 peserta dari berbagai kalangan, termasuk siswa, mahasiswa, perwakilan lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, dan kader posyandu.
Penulis: Bonar
Editor: Awan