Kutai Timur
Prokompi Kutim 
Dukungan Penuh 1.500 Petugas, Kutim Siap Wujudkan Pemilu Damai dan Adil

SELASAR.CO, Sangatta – Dalam upaya menyukseskan Pemilu Gubernur dan Pilkada Kabupaten Kutai Timur (Kutim) 2024, Pemerintah Kabupaten Kutim menggelar Apel Gabungan Masa Tenang, Pemungutan, dan Perhitungan Suara, Minggu (24/11/2024). Bertempat di halaman Kecamatan Sangatta Utara, apel ini dihadiri oleh 1.500 petugas pemilu dari berbagai unsur, menunjukkan kesiapan penuh daerah ini dalam mewujudkan pemilu yang damai dan adil.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Kabupaten Kutim, Poniso Suryo Renggono, yang memberikan arahan kepada seluruh peserta apel. Dalam sambutannya, Poniso menegaskan pentingnya profesionalisme, netralitas, dan kerja sama dalam melaksanakan tugas selama tahapan pemilu.
“Kehadiran 1.500 petugas di sini adalah bukti nyata bahwa Kutim siap melaksanakan pemilu dengan damai, jujur, dan adil. Tugas ini adalah amanah besar yang harus kita jalankan dengan penuh tanggung jawab,” tegas Poniso.
Apel ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Panitia Pemungutan Suara (PPS), Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS), petugas Linmas, serta Tim Pelaksana Pengamanan Pemilu Daerah (TP3D). Selain itu, perwakilan dari TNI, Polri, KPU, dan Bawaslu juga hadir untuk memberikan dukungan penuh terhadap kelancaran pemilu.
Berita Terkait
Camat Sangatta Utara, Hasdiah, yang turut hadir, menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta dan menegaskan kesiapan teknis serta pengamanan di wilayahnya.
“Kami telah mempersiapkan segala sesuatu, mulai dari pengamanan hingga fasilitas pendukung. Dengan sinergi antarinstansi, kami optimistis seluruh proses pemilu akan berjalan lancar,” ujar Hasdiah.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental petugas pemilu untuk memastikan pelaksanaan tugas yang optimal.
Ketua Bawaslu Kutim, Aswadi, yang hadir dalam apel ini, menekankan bahwa netralitas dan integritas petugas adalah kunci utama dalam menjaga kepercayaan publik terhadap pemilu.
“Setiap petugas memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga proses pemilu tetap jujur dan adil. Jangan ada celah untuk kecurangan, dan pastikan semua tugas dijalankan sesuai aturan,” tegas Aswadi.
Penulis: Bonar
Editor: Awan