Utama
andi harun anggaran probebaya 2026 probebaya 2026 
Wali Kota Samarinda Bantah Pemotongan Anggaran Probebaya, Sebut Manajemen Adaptasi
SELASAR.CO, Samarinda – Wali Kota Samarinda Andi Harun membantah adanya pemotongan anggaran Program Pemberdayaan dan Pembangunan Masyarakat (Probebaya) sebagaimana isu yang beredar di publik. Ia menegaskan, kebijakan yang diambil Pemkot Samarinda bukan pemotongan, melainkan strategi manajemen adaptasi akibat kondisi fiskal daerah.
Menurut Andi Harun, fiskal Pemkot Samarinda saat ini menyempit sebagai dampak dari kebijakan transfer ke daerah berkurang. Kondisi itu membuat pemerintah harus menyesuaikan skema penganggaran tanpa mengurangi total alokasi kegiatan, terutama Probebaya.
“Ya benar, pemotongan itu tidak berarti kita lakukan pemotongan sebagaimana yang orang umum paham. Ini menyangkut tentang manajemen adaptasi,” ujar Andi Harun, Rabu (7/1/2026).
Ia menjelaskan, skema yang diterapkan adalah pembagian anggaran menjadi dua terminasi, yakni 60 persen dialokasikan pada APBD murni dan 40 persen dialokasikan pada APBD perubahan. Pembagian tersebut disesuaikan dengan waktu pelaksanaan kegiatan di lapangan.
Berita Terkait
“Jadi 60 persen di murni, 40 persen nanti di perubahan. Kegiatan yang bisa dilaksanakan di sekitar Agustus, September, November, dan Desember, itulah yang 40 persen,” jelasnya.
Andi Harun menegaskan, porsi anggaran Probebaya secara keseluruhan tetap utuh dan tidak berkurang, tetap Rp100 juta, hanya waktu penganggarannya yang diatur ulang. Ia juga menegaskan, penyesuaian serupa juga dilakukan pada belanja lain dalam APBD, agar semua kebutuhan penting tetap terakomodasi.
“Bukan dipotong, ini dibagi dua terminasi,” pungkasnya.
Penulis: Hasyim Ilyas
Editor: Yoghy Irfan

