Kutai Timur

 

Kurangi Pelajar Berkendara Pribadi, Tahun Ini Pemkab Kutim Siapkan Layanan Bus Sekolah Gratis



Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Dishub Kutim, Abdul Muis. (foto: selasar/gunawan)
Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Dishub Kutim, Abdul Muis. (foto: selasar/gunawan)

SELASAR.CO, Kutim – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) melalui Dinas Perhubungan (Dishub) terus mematangkan rencana operasional layanan bus sekolah. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata untuk menekan angka pelajar yang membawa kendaraan pribadi ke sekolah, sekaligus meningkatkan faktor keselamatan berlalu lintas di wilayah perkotaan Sangatta.

Target operasional bus sekolah ini dipastikan akan dimulai pada tahun 2026 ini. Saat ini, pihak Dishub sedang merampungkan berbagai tahapan teknis pasca-pengadaan armada yang dilakukan pada akhir tahun lalu.

Mengingat ketersediaan armada yang saat ini baru berjumlah satu unit, Dishub Kutim menetapkan skala prioritas. Jalur Jalan Soekarno-Hatta dipilih sebagai rute awal layanan karena merupakan salah satu kawasan dengan mobilitas pelajar yang cukup tinggi.
Kepala Dinas Perhubungan Kutim, melalui Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Abdul Muis, menjelaskan bahwa pemilihan rute ini didasarkan pada efektivitas armada yang ada.

“Karena masih satu unit saja, jadi kita fokus dulu di jalur Soekarno-Hatta. Kami juga masih mempertimbangkan sekolah mana yang akan menjadi prioritas layanan di jalur tersebut, baik tingkat SMA maupun jenjang lainnya,” ungkap Abdul Muis taat ditemui di ruang kerjanya.

Dijelaskannya, sebelum resmi mengaspal, Dishub Kutim menitikberatkan pada kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM). Pelatihan khusus bagi pengemudi bus akan dilakukan dalam waktu dekat untuk memastikan standar keselamatan penumpang yang merupakan kalangan pelajar tetap terjaga.

“Target kita beroperasi tahun ini. Dalam waktu dekat, kami akan melakukan training dulu kepada driver-nya. Minimal pengemudinya harus siap dan terlatih karena yang mereka bawa adalah anak-anak sekolah,” tambahnya.

Demi kelancaran operasional, Dishub Kutim telah intens menjalin koordinasi dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Kutim. Koordinasi ini mencakup sinkronisasi jam belajar, penentuan titik jemput yang strategis, hingga pendataan siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA yang berada di rute layanan.

"Kami sudah beberapa kali rapat dengan Dinas Pendidikan. Koordinasi lanjutan akan dilakukan untuk membahas teknis operasional secara detail, seperti titik jemput dan waktu layanan yang harus disesuaikan dengan jam masuk dan pulang sekolah," jelas Muis.

Penulis: Bonar
Editor: Yoghy Irfan

Berita Lainnya