Kutai Timur

pelantikan 164 asn di kutim 

Bupati Ardiansyah Sulaiman Lantik 164 Pejabat Kutim



Pelantikan 164 ASN di lingkungan Pemkab Kutim. (foto: selasar/bonar)
Pelantikan 164 ASN di lingkungan Pemkab Kutim. (foto: selasar/bonar)

SELASAR.CO, Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) melakukan penyegaran organisasi secara besar-besaran di awal tahun 2026. Sebanyak 164 Pegawai Negeri Sipil (PNS) resmi mengucapkan sumpah dan janji dalam prosesi Pelantikan Jabatan Administrator dan Pengawas di lingkungan Pemkab Kutim.

Pelantikan yang berlangsung di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Senin (26/1/2026), ini dilaksanakan berdasarkan Keputusan Bupati Kutai Timur Nomor: 800.1.3.3/030/BKPSDM-MUT tentang Pemberhentian dan Pengangkatan PNS ke Dalam Jabatan Administrator dan Jabatan Pengawas.

Dalam sambutannya, Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman menegaskan bahwa mutasi dan pelantikan ini merupakan bagian alami dari dinamika organisasi.

“Pelantikan ini adalah kebutuhan untuk peningkatan kinerja, penataan birokrasi, serta penyegaran aparatur. Ini memiliki arti penting bagi seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat yang kita layani,” ujar Ardiansyah.
Bupati Ardiansyah juga berharap para pejabat yang baru dilantik dapat menjadi teladan dalam hal disiplin, etika, dan kinerja, serta mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat secara cepat, tepat, dan transparan.

“Serta mengedepankan semangat kolaborasi, inovasi, serta komitmen terhadap reformasi birokrasi,” terangnya.
Ia juga menyoroti potensi besar Kutai Timur sebagai daerah yang kaya akan sumber daya alam, yang harus dibarengi dengan tata kelola pemerintahan yang akuntabel. Menurutnya, para pejabat administrator dan pengawas yang baru dilantik diharapkan menjadi motor penggerak birokrasi yang adaptif dan responsif.

“Beberapa tantangan mendesak yang menjadi fokus Pemkab Kutim di tahun 2026 meliputi penerapan tata kelola pemerintahan yang transparan, peningkatan kualitas pelayanan publik yang cepat dan tepat, serta efektivitas dan efisiensi pengelolaan anggaran daerah,” ucapnya saat membacakan sambutan.
Menutup arahannya, Bupati mengingatkan bahwa sumpah yang diucapkan bukan sekadar seremonial, melainkan janji kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Jabatan bukanlah hak, apalagi tujuan akhir, melainkan sarana pengabdian terbaik bagi masyarakat. Saya berharap saudara menjadi teladan dalam disiplin, etika, dan kinerja untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berwibawa,” pungkasnya.

Penulis: Bonar
Editor: Yoghy Irfan

Berita Lainnya