Utama

operasional insenerator di samarinda 

Sambungan Air Belum Tuntas, Operasional Insinerator Samarinda Tertahan



Suwarso, Plt Kepala DLH Samarinda. (foto: selasar/hasyim ilyas)
Suwarso, Plt Kepala DLH Samarinda. (foto: selasar/hasyim ilyas)

SELASAR.CO, Samarinda – Operasional fasilitas insinerator milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda masih tertahan meski progres pembangunan fisik diklaim hampir rampung. Kendalanya bukan pada bangunan atau mesin, melainkan pada sambungan air yang belum sepenuhnya tuntas di sejumlah lokasi.

Pelaksana Tugas Kepala DLH Samarinda, Suwarso, mengakui bahwa air merupakan komponen krusial dalam sistem kerja insinerator, khususnya untuk proses hidropengolahan uap. Sistem ini berfungsi menurunkan suhu gas hasil pembakaran sekaligus mengendalikan emisi agar tidak dilepas dalam bentuk asap.

“Insinerator itu menggunakan uap air dalam proses pengolahannya. Jadi sambungan air memang menjadi bagian penting. Saat ini hampir semuanya sudah selesai, tapi masih ada satu lokasi yang belum,” ujar Suwarso, Senin (26/1/2026).

Tanpa suplai air yang stabil, sistem pengendalian emisi tidak dapat bekerja optimal. Artinya, klaim insinerator sebagai teknologi tanpa asap sangat bergantung pada kesiapan utilitas dasar tersebut. Selama sambungan air belum tersedia, insinerator berisiko belum bisa dioperasikan sesuai spesifikasi teknis yang dijanjikan.

Insinerator Samarinda tersebar di beberapa titik, yakni Handil Bakti, Simpang Pasir, Baqa, Jalan Wanyi, Tanah Merah, Bukit Pinang, dan Lempake. Di seluruh lokasi tersebut, penyediaan air bersih menjadi prasyarat utama operasional, terlepas dari selesainya pembangunan gedung dan pemasangan mesin.

DLH menyebut bangunan insinerator telah rampung 100 persen dan delapan unit mesin sudah selesai. Namun dua unit di Handil Bakti dan Simpang Pasir masih dalam tahap perakitan. Ketidaksiapan sambungan air di tengah klaim progres fisik ini memunculkan pertanyaan soal sinkronisasi perencanaan proyek.

“Prinsipnya progresnya sudah mendekati selesai, tinggal penyempurnaan di beberapa titik,” tandasnya.

Penulis: Hasyim Ilyas
Editor: Yoghy Irfan

Berita Lainnya