Utama
Gratispol umroh gratispol gratispol haji berita kaltim 
Anggaran Program Gratispol Perjalanan Religi 2026 Baru untuk 14 Orang
SELASAR.CO, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur masih membahas kelanjutan Program Gratispol Perjalanan Religi bagi para marbot rumah ibadah pada tahun 2026. Hingga saat ini, anggaran yang tersedia baru mencakup keberangkatan untuk 14 orang.
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdaprov Kaltim, Dasmiah, mengatakan jumlah tersebut jauh lebih kecil dibandingkan realisasi program pada tahun 2025.
“Untuk 2026 ini masih dibicarakan. Sementara anggaran yang ada baru untuk sekitar 14 orang,” ujar Dasmiah, Selasa (10/3/2026).
Ia menjelaskan, pada tahun 2025 program tersebut telah memberangkatkan total 876 orang dari lima agama dengan total anggaran mencapai Rp30,8 miliar.
Berita Terkait
Menurutnya, peserta program perjalanan religi tersebut berasal dari berbagai latar belakang agama dengan tujuan ibadah yang berbeda-beda.
“Yang Muslim melaksanakan umrah ke Mekah dan Madinah, Konghucu ke Thailand, Kristen dan Katolik ke Yerusalem, sedangkan Buddha ke India,” katanya.
Dasmiah menyebut keterbatasan kuota tahun ini dipengaruhi fokus kebijakan pemerintah provinsi yang memprioritaskan program pendidikan gratis.
“Pak Gubernur memang memfokuskan anggaran lebih besar pada program Gratispol pendidikan. Program itu betul-betul menjadi prioritas,” jelasnya.
Meski demikian, pihaknya masih berharap adanya tambahan anggaran melalui pembahasan di DPRD Kaltim, termasuk kemungkinan pergeseran anggaran.
“Kami berharap minimal bisa ada tambahan sehingga setidaknya satu kelompok keberangkatan bisa dilakukan seperti tahun sebelumnya,” ujarnya.
Dasmiah menambahkan, program perjalanan religi gratis tersebut pada dasarnya merupakan bentuk hadiah atau penghargaan kepada masyarakat yang memenuhi kriteria tertentu.
“Program ini sifatnya hadiah kepada masyarakat. Jadi secara nomenklatur memang boleh diberikan dan boleh juga tidak, berbeda dengan program pendidikan gratis yang sifatnya program utama,” katanya.
Ia juga menjelaskan bahwa Biro Kesra tidak menunjuk langsung biro perjalanan untuk memberangkatkan peserta. Pemerintah hanya menyeleksi penerima, sementara pelaksanaan perjalanan dilakukan melalui biro perjalanan yang mengajukan proposal.
“Tahun lalu ada sekitar 11 travel yang mengajukan proposal. Kami hanya menyerahkan daftar penerima, kemudian mereka yang berkoordinasi langsung dengan peserta,” jelasnya.
Untuk peserta dari kalangan marbot masjid, misalnya, terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi, seperti telah mengabdi minimal dua tahun berturut-turut serta memiliki KTP Kalimantan Timur minimal tiga tahun.
“Ini karena banyak juga marbot yang berasal dari luar daerah, seperti Banjarmasin atau Madura, tetapi sudah lama mengabdi di Kaltim. Maka kami tetap memberi kesempatan jika sudah memenuhi syarat domisili,” katanya.
Dalam proses verifikasi data, Biro Kesra juga berkoordinasi dengan Kantor Kementerian Agama setempat sebagai pihak yang memberikan rekomendasi terkait data masjid dan pengurusnya.
“Data masjid dan rekomendasi kami ambil dari Kementerian Agama, karena mereka yang memiliki basis data resmi,” ujar Dasmiah.
Penulis: Boy
Editor: Yoghy Irfan

