Utama

Ormas Kaltim ormas kaltim di kantor gubernur Kantor Gubernur Kaltim Ormas 

Kumpulkan Ratusan Ormas di Kantor Gubernur, Kesbangpol Bantah Adanya Kaitan Dengan Aksi 21 April



Plt Kesbangpol Kaltim, AFF Sembiring. Foto: Selasar/Boy
Plt Kesbangpol Kaltim, AFF Sembiring. Foto: Selasar/Boy

SELASAR.CO, Samarinda - Ratusan organisasi kemasyarakatan (ormas) di Kalimantan Timur berkumpul di Gedung Olah Bebaya, Kantor Gubernur Kaltim, dalam agenda silaturahmi yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Senin (13/4/2026).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kesbangpol Kaltim, Arih Franata Filifus Sembiring, menegaskan kegiatan tersebut tidak berkaitan dengan rencana aksi yang disebut akan digelar pada 21 April.

“Saya tegaskan tidak ada kaitannya. Agenda ini murni silaturahmi dan sudah kami rencanakan sejak awal setelah saya dilantik,” ujarnya.

Sembiring menjelaskan, pertemuan ini merupakan bagian dari upaya mempererat komunikasi antara pemerintah daerah dengan ormas. Ia mengaku ingin mengenal lebih dekat para pengurus dan anggota ormas, sekaligus menyerap berbagai aspirasi yang berkembang di masyarakat.

“Tujuan saya sederhana, ingin bertatap muka langsung, menerima masukan, saran, maupun kritik untuk membangun Kalimantan Timur lebih baik,” katanya.

Menurutnya, isu yang mengaitkan kegiatan tersebut dengan upaya meredam aksi justru tidak tepat. Ia mengaku baru mengetahui adanya rencana aksi 21 April setelah dirinya dilantik sebagai Plt Kepala Kesbangpol pada 11 Maret.

Meski demikian, Sembiring memastikan pemerintah tetap membuka ruang bagi masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi, termasuk jika aksi tersebut benar-benar digelar.

“Kalau memang ada kegiatan 21 April, silakan sampaikan aspirasi dengan cara yang baik dan beradab. Pemerintah siap menerima kritik dan saran,” tegasnya.

Ia juga menyebut komunikasi dengan kelompok masyarakat yang tengah menyuarakan aspirasi tetap berjalan. Kesbangpol, kata dia, membuka ruang dialog bagi siapa pun yang ingin berdiskusi terkait berbagai persoalan di daerah.

Dalam kesempatan itu, Sembiring turut menyinggung isu yang sempat beredar terkait adanya pembagian amplop kepada peserta kegiatan. Ia mengakui hal tersebut merupakan kesalahpahaman yang berawal dari usulan internal yang belum direalisasikan.

“Itu masih sebatas konsep usulan dari saya, belum disetujui. Saya mohon maaf jika menimbulkan polemik,” ucapnya.

Berdasarkan data sementara, jumlah undangan mencapai sekitar 500 orang, dengan tingkat kehadiran diperkirakan 300 hingga 350 peserta. Antusiasme tinggi dari ormas disebut menjadi alasan pembatasan jumlah peserta di dalam ruangan.

Sembiring berharap, melalui pertemuan tersebut, hubungan antara pemerintah dan ormas di Kalimantan Timur semakin erat, sehingga berbagai persoalan daerah dapat diselesaikan melalui komunikasi yang terbuka dan konstruktif.

Penulis: Boy
Editor: Yoghy Irfan

Berita Lainnya