Utama
itda samarinda inspektorat samarinda oknum dokter rsud ia moeis 
Inspektorat Samarinda Belum Terima Laporan RSUD IA Moeis Soal Dokter yang Berkomentar Negatif ke Pasien di Medsos
SELASAR.CO, Samarinda – Inspektorat Kota Samarinda masih menunggu laporan resmi dari manajemen RSUD Inche Abdoel Moeis terkait kasus dokter yang berkomentar negatif kepada pasien di media sosial. Hingga Kamis (6/8) pukul 10.00 WITA, laporan tersebut belum juga diterima.
PLT Kepala Inspektorat Samarinda, Firdaus Akbar, mengatakan pihaknya sudah bertemu dengan direktur rumah sakit dan meminta agar kasus tersebut segera dilaporkan secara resmi agar bisa ditindaklanjuti.
"Setelah bertemu dengan direktur, kita sudah berikan atensi minta rumah sakit segera melaporkan ke Inspektorat untuk kita lanjutkan. Jadi itu posisi terakhir. Sampai tadi saya cek jam 10.00, belum ada masuk," ujar Firdaus.
Firdaus enggan berspekulasi soal sanksi yang akan dijatuhkan sebelum proses pemeriksaan dilakukan. Menurutnya, Inspektorat perlu mendalami dulu apakah tindakan tersebut merupakan unsur kesengajaan atau kelalaian.
"Saya belum bisa berandai-andai. Nanti kita lihat dulu, apakah ini ada unsur kesengajaan, kelalaian, atau apa. Kan harus kita dalami juga itu. Namanya orang berkomentar, siapapun bisa. Tapi kita tetap harus lihat dari sisi etisnya, dari sisi disiplinnya," katanya.
Ia menambahkan, proses lanjutan baru bisa dilakukan setelah ada laporan resmi masuk ke Inspektorat.
Firdaus menjelaskan, dokter yang bersangkutan berstatus sebagai pegawai Badan Layanan Umum (BLU), bukan Aparatur Sipil Negara (ASN). Meski demikian, kasus ini tetap bisa masuk ranah pemeriksaan Inspektorat.
"Walaupun pegawai BLUD, kan anggarannya juga dari pemerintah kota," ujarnya, saat ditanya apakah kasus tersebut bisa menjadi ranah pemeriksaan lembaganya.
Firdaus menyebut, sepengetahuannya, ini merupakan kasus pertama yang melibatkan tenaga kesehatan di lingkungan tersebut terkait komentar negatif di media sosial.
"Setahu saya ini baru pertama kali. Makanya saya berpesan buat teman-teman ASN, hati-hatilah kalau bermain di medsos. Bijak-bijaklah. Hati, kepala boleh panas, tapi tangan jangan diwujud," pesannya.
Penulis: Redaksi Selasar
Editor: Yoghy Irfan

