Ragam

ustaz 

Pemkot Kirim 20 Ustaz-ustazah ke Yaman Tahun 2020



Sejumlah pengasuh pondok pesantren saat menghadiri acara peringatan Hari Santri Nasional 2019 di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Samarinda
Sejumlah pengasuh pondok pesantren saat menghadiri acara peringatan Hari Santri Nasional 2019 di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Samarinda

SELASAR.CO, Samarinda – Pemkot Samarinda tengah mempersiapkan kader-kader ulama masa depan Kota Tepian. Hal itu dipertegas saat Syaharie Jaang membuka seminar dalam rangka Hari Santri Nasional 2019 di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Samarinda, Rabu (09/10/2019).

Sedikitnya, ada sepuluh ustaz yang diberangkatkan Pemkot Samarinda untuk menimba ilmu ke Timur Tengah, pada pertengahan tahun ini. “Kita tahun depan kirim 20 orang, tahun ini 10 orang ke Hadramawt Yaman, yang dikirim itu levelnya sudah ustaz muda untuk meningkatkan ilmunya,” kata Jaang.

Para ustaz Kota Tepian itu, kata Jaang akan menimba ilmu selama setahun di sana. Diharapkan setelah kembali ke Samarinda bisa menerapkan ilmunya ke masyarakat.

Kepala Kantor Kementerian Agama Samarinda, Masdar Amin mengungkapkan, untuk dapat mengikuti pendidikan kader ulama di Yaman, para ustaz harus melewati proses seleksi. Para ustaz akan diseleksi oleh Kemenag dan ustaz-ustaz lulusan Yaman yang berada di Samarinda.

Para ustaz calon kader ulama harus memiliki empat kompetensi yang disyaratkan, yakni kemampuan bahasa Arab, membaca kitab kuning, retorika dalam berpidato, dan penghapal Alquran minimal lima juz. “Kita ini kan pengiriman kader ulama, jadi yang kita kirim adalah sudah punya ilmu, tinggal pendalaman, paling tidak status yang kirim adalah ustaz lah,” ungkap Masdar.

Rencananya tahun ini akan dilakukan seleksi lagi untuk pengiriman kader ulama tahun 2020 mendatang. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang seluruhnya pria, tahun 2020 akan dijatah juga untuk wanita. “Untuk tahun ini diprogramkan 20 orang, 15 orang ustaz dan 5 orang ustazah,” kata Masdar.

Kepala Biro Kesra Setkot Samarinda, H Abdul Jami’, mengatakan para ustaz akan belajar di salah satu lembaga pendidikan Islam yakni Ribat Aydrus, di Kota Tarim. Di APBD murni 2020, Pemkot menganggarkan Rp 1,2 miliar untuk melanjutkan program pengkaderan ulama ini.

“Anggarannya satu orang itu Rp 60 juta untuk pemberangkatan dan biaya hidup mereka selama setahun belajar di sana,” pungkas Jami’.

 

 

Penulis: Fathur
Editor: Er Riyadi

Berita Lainnya